Showing posts with label Live in Korea. Show all posts

Barusan ada temen yang nge share berita dari KBS tentang kasus penipuan beasiswa . Aku nyebutnya "Beasiswa Pinokio". Korban...



Barusan ada temen yang ngeshare berita dari KBS tentang kasus penipuan beasiswa. Aku nyebutnya "Beasiswa Pinokio". Korbannya ya jelas dong mahasiswanya yak. Terus mahasiswanya ngaduh ke Media. Lalu terexpose kasusnya. Di kasus ini, salah satu mahasiswanya ada yang dari Indonesia. Hmm... sebenarnya kasus yang seperti ini bukan hal baru lagi. Dan aku yakin, ini gak cuma ada atau terjadi di Korea aja. Catet: gak cuma di Korea aja. Uda banyak kasus yang serupa/mirip sebelumnya, cuma gak sampe ke media begini (atau mungkin pernah sampe ke media, tapi kemudian terlupakan).

Sumber: KBS News

Curhat: Tahun 2013 aku juga salah seorang contoh mahasiswa penerima beasiswa dengan skema yg sama untuk program S2. Dinjanjikan memang akan dapat 600K won per bulan untuk biaya hidup aja (gratis uang kuliah). Waktu itu masih setara dengan 6juta rupiah. Dulu, biaya hidup di Seoul segitu cukup-cukup aja. Dan aku bisa survive hingga selesai S2, malah sekarang lanjut S3 dengan skema beasiswa yang sama. Tapi, kemudian pelan-pelan beasiswa ku ini nambah, dan sekarang bisa boyong istri. HEYYY... tapi itu sekitar 5~6 tahun yang lalu. Sekarang? Seharusnya seminim-minimnya 800K won (sekitar 9,5juta rupiah) per bulan per kepala dengan life style yang pas dan seadanya, menurutku. Jadi, kata kunci "gaya hidup" di sini penting! Apalagi mau bawa istri/keluarga dengan beasiswa segitu? Gak usah nekat!!!

Kasus beritanya gimana: Ini tulisan temanku, di wall facebook-nya. Baca screenshot-nya aja yak muehehehe.. Tapi pada intinya si mahasiswa merasa jadi korban penipuan. Karena jumlah beasiswa yang dijanjikan supervisornya waktu wawancara gak sama dengan yang dia dapat begitu dia mulai program studinya. Kasus yang seperti ini biasanya terjadi untuk kita yang ambil skema beasiswa profesor. Kita gabung di lab nya, lalu kita kerja dengan dia karena dia butuh mahasiswa untuk ngerjai projek-projenya atau untuk cari projekan baru. Ngerti dong ya skemanya kenapa kita nyebutnya beasiswa profesor dan gimana kita bisa dapat beasiswa? haha

Komentar dari tulisan temenku ini pun beragam. Kebanyakan merasa prihatin dengan kasus seperti ini. Tapi kalau aku pribadi masih mempertanyakan, kasus ini sebenarnya tahun berapa terjadinya? Kalau sekitaran tahun 2013, aku pikir 600K won per bulan untuk living cost untuk program S2 masih wajar sih. Karena di tahun itu, temen-temen seasramaku dulu 5 orang dari China nyatanya cuma dapat 550K won per bulan di awal-awal kuliah. Mereka ambil program integrasi S2-S3. Begitu mereka masuk di tahun-tahun studi S3, nambah jadi 2~3 kali lipatnya.

Mengapa bisa kejadian seperti ini?: Ini opini ya, dari awal kita memang uda harus cerdas pilih program dan skema beasiswa. Apalagi sekolah di negeri orang dengan skema beasiswa seperti ini. Beasiswa ini masih berasaskan TRUST antara kita sebagai calon mahasiswa dan calon supervisor kita! Seharusnya ada dokumennya / sertifikatnya. Cerdas dalam artian: jumlah beasiswa yang kita dapat cukup gak untuk hidup hari-hari per bulan (kebutuhan primer: kosan, makan, asuransi kesehatan), harus bayar uang kuliah lagi gak, untuk jajan sedikit bisa gak, dan masih banyak lagi pertimbangan. Kalau kebutuhan primer gak cukup, apalagi kalau jumlah itu belum termasuk uang kuliah, ewwwh...pertimbangkan untuk cepetan ninggalin kesempatannya! Karena sama aja bo'ong kalau kita kuliah pake "beasiswa", tapi masih kepikiran: "makan utk bulan depan gimana ya?" Jadi harus benar-benar dipastikan dgn si pemberi beasiswa (calon supervisor). Kalau seandainya begitu sampai di negara tujuan dan sekolah, tapi ternyata komunikasi di awal berbeda dgn kenyataan, alias supervisornya bohong, pikir lagi untuk stay atau cepet-cepet deh cari prof lain. Kecuali kita punya side opinion atau punya uang lebih hehe.

Tipsnya apa?: Di Korea, model beasiswa seperti ini masih sangat umum. "Kuliah, sambil ngulih" istilahnya. Kuliah aja uda susah, harus ngulih lagi dengan gaji yang minim? Mau? Jadi kalu mau ambil skema beasiswa yang seperti ini hati-hati ambil keputusan. Gak cuma di Korea ya, tapi bisa dimanapun, termasuk Indonesia. Mainkan kalkulatormu. Cari info biaya hidup per bulan di negara dan daerah/lokasi/kota dimana kampus berada. Lalu pertimbangkan lagi keputusan yang mau kamu ambil. Karena kalau seandainya kasus ini terjadi ke kita, yang rugikan kita sendiri. Di Korea sendiri banyak kok skema beasiswa yang layak, termasuk beasiswa "kuliah, sambil ngulih" ini, kayak aqiqa hahaha. Sebagai mahasiswa Internasional di Korea, kita akan bisa dapat potongan biaya kuliah 50%~100%, yang kemudian akan dievaluasi setiap semesternya. Dan banyak juga kok mahasiswa yang Non-Science and Non-Engineering yang kuliah dengan biaya sendiri, tapi kemudian mereka sangat bahagia di sini. Karena bisa sambil part time. Malah mungkin gaji part time nya bisa buat dia nabung dan lebih tajir dari yang dapat beasiswa. Well, itu hiperbola sih wkwk. Poinnya adalah, cerdas-cerdas cari informasi beasiswa kamu dan ambi keputusanmu ya. Kasus seperti ini mudah-mudahan jadi pembelaran kita semua.


Korea Selatan adalah salah satu negara yang memiliki level penelitian global yang sudah diakui di dunia. Perkembangan penelitian di Kore...



Korea Selatan adalah salah satu negara yang memiliki level penelitian global yang sudah diakui di dunia. Perkembangan penelitian di Korea dimulai dari tahun 1960an, dimana negara ini waktu itu masih dianggap “miskin” dan banyak melakukan imitasi. Dan sejak saat itu, Korea terus meningkatkan kualitas-kualitas penelitiannya. Hingga sekarang, Korea sudah menjadi contoh bagi banyak negara berkembang. Bahkan menjadi salah satu negara destinasi dengan jumlah mahasiswa asing yang cukup banyak. Per April 2017, ada sekitar 124,000 mahasiswa asing dari manca negara yang tersebar ke 43 universitas negeri dan sekitar 180-an universitas-universitas swasta. Hal ini menunjukkan bahwa Korea selatan telah menjadi destinasi Pendidikan popular dan rumah bagi para pecinta ilmu pengetahuan dan teknologi.

http://www.koreaherald.com

Korea sekarang sudah memiliki kekuatan Research & Development (R&D) yang sangat mumpuni. Bahkan hampir disemua bidang ilmu dan disiplin ilmu, khususnya untuk bidang-bidang IT, komunikasi, transportasi, dan civil engineering. Hal ini juga didukung oleh keterbukaan dan keseriusan pemerintah Korea sendiri yang secara massive memberikan investasi pada pusat-pusat R&D di Korea, termasuklah diantaranya pusat penelitian yang berdiri di kampus-kampus. Dukungan investasi pemerintah Korea bisa dilihat dengan berdirinya Lembaga atau institusi Basic Research: Ministry of Science, ICT and Future Planning, National Research Foundation of Korea, Institute for Basic Science, the INNOPOLIS, dan lain sebagainya. Dari Lembaga-lembaga penelitian ini, Korea telah banyak menghasilkan produk-produk penelitian yang penggunaannya diperuntukkan bagi negara Korea sendiri. Beberapa produk juga sudah berkali-kali diexport ke negara lain. Kreativitias, kebebasan meneliti, dan lahirnya start up atau transfer teknologi juga terus berkembang hingga saat ini. 

Dari sini, masihkah kamu meragukan Korea Selatan? Oh iya tentu, jika dibandingkan dengan negara-negara di benua Eropa dan Amerika, mungkin Korea bukan jadi destinasi menarik. Apalagi jika good readers sempat pernah mendengar bagaimana culture study-nya Korea. Tapi, bagi kamu yang haus dan lapar dengan ilmu dan pengalaman, khususnya dibidang-bidang ilmu yang aku sebutin tadi, aku sih yakin, Korea Selatan akan sangat cocok untuk dijadikan destinasi studi. Aku lanjut sedikit lagi yak beberapa hal lain tentang perkembangan sains dan teknologi di Korea.


Apakah kamu tahu bahwa:
  1. Pada tahun 2011, Korea Selatan berinvestasi sebesar 0.73% dari total GDP nya untuk pengembangan Lembaga-lembaga Basic Research, dan menempatkan Korea mejadi negara dengan jumlah penelitian terbesar ke-2 di dunia setelah Switzerland dengan 0.77% nilai investasi
  • Korea menduduki ranking ke-9 pada daftar Gross Domestic Expenditure on Research and Development (GERD) per kapita populasi
  1. Korea memiliki patent yang diakui dunia luas dengan urutan ke-3 di dunia dengan jumlah patent 640,412 patent
  • Kemudian, Korea terus meningkatkan nilai investasinya sebanyak 4% untuk research dan development negara ini, dan berhasil menduduki posisi ke-2 pada daftar GERD setelah Israel
  1. Graduation rate dari seluruh universitas di Korea yang berusia 24-34 tahun adalah 63% dan menjadikan Korea sebagai negara paling berpendidikan di level OECD. Hal ini sekaligus menjadikan Korea sebagai negara yang memiliki jumlah peneliti tertinggi di dunia.
Masih mau bukti yang lain?
hmmm.. please do your homework. hahaha
My point here: kalau good readers pada akhirnya memutuskan untuk studi di Korea, kamu gak perlu khawatir dengan masalah funding. Korea sudah punya skema yang menurutku sangat baik dan foreigner friendly. Itu positifnya. Tapi kalau dari segi culture, I believe everyone will need to fight their own struggles!



Lanjut ke Sub-konten lainnya:

1. Mengapa Kuliah ke Korea Selatan
2. Perkembangan Science dan Teknologi di Korea
3. Perbandingan Sistem Pendidikan Korea Selatan dan Indonesia
4. Apa Keuntungan Belajar di Korea Selatan



Berikut adalah beberapa contoh tentang hal-hal yang sangat baik dari Korea Selatan yang bisa dijadikan motivasi untuk belajar di Kor...




Berikut adalah beberapa contoh tentang hal-hal yang sangat baik dari Korea Selatan yang bisa dijadikan motivasi untuk belajar di Korea.

1. Perkembangan Riset Engineering
Setelah tiga periode kemandirian Korea dalam hal pendidikan dan penelitian bener-bener terorganisir rapih, sekarang ini Korea Selatan tinggal perlu meneruskan pegembangan teknologi mereka ke-era Next Generation Research. Hampir semua teknologi yang terkenal saat ini ada di Korea Selatan. Sebut saja smart phone dan smart TV. Korea merupakan salah satu leader teknologi ini. Yang terkenal lainnya adalah jaringan internet Korea yang masih menjadi yang terbaik dari negara maju lainnya. Bahkan jaringan 5G sedang direncanakan komplit ditahun 2020. Atau kita sebut aja yuk teknologi lainnya, mobil besutan korea, Hyunday, yang pertama kali diexport ke North Amerika di tahun 1970an. Dan sekarang menjadi perusahaan mobil terbesar di Korea dan terkenal di manca negara. Termasuk juga lah dengan sistem transportasi dan control signal transportasi Korea yang terus up-to-date. Yang terbaru apa? Korea Selatan dalam waktu dekat juga akan menjadi rumah bagi para pecinta bidang Artificial Intelligent (AI). Karena kabarnya pemerintah Korea sedang menggodok rencana untuk membuat satu jurusan khusus untuk bidang AI. Keren gak? Jadi cocok untuk kamu yang memang bidangnya relate ke Engineering atau Computer Science, dan ICT.

2. Perkembangan Riset Science dan Bioteknologi
Kamu mau lihat kemajuan teknologi dari sisi mana lagi? Kosmetik? Pasti sudah banyak yang tahu kalau negara gingseng ini punya banyak produk-produk kecantikan yang terbesar di dunia. Alat-alat kecantikannya juga makin mutakhir. Apakah ada diantara good readers yang menjadi salah satu konsumen produk-produk kecantikan asal Korea juga hehe. Produk-produk pertanian negara ini juga terus diteliti sehingga bisa menjadi bahan dasar dan bahan baru untuk produk-produk makanan atau kosmetik lagi. Bioteknologi mereka terus berkembang di sini. Lab basah dan Lab kering sangat aktif di Korea.

3. Perkembangan Seni dan Kebudayaan Korea
Dari sisi fashion dan entertainment industry? Bagi yang doyan K-POP dan Drama Korea, pasti setuju banget kalau negara ini disebut sebagai negara yang paling sering bikin baper karena artis-artisanya cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Apa??? Cute?? Cute juga boleh deh. Dan masih banyak lagi. Termasuk wisata dan kulinerinya. Semua bisa menjadi motivasi tambahan untuk bisa studi di Korea. Jadi bagi yang berminat dengan bidang Seni dan Budaya, hal ini mungkin bisa menjadi salah satu motivasi untuk menjadikan Korea sebagai negara studi destinasi.

4. Perkembangan Sistem Pemerintahan Korea
Gimana dengan sistem pemerintahan dan Pendidikan di Korea? Korea adalah salah satu negara yang sudah menerapkan open data government dan transparasi system pemerintahan. Smart city juga sudah tidak asing lagi di sini. Jadi bagi yang tertarik dibidang-bidang studi terkait, bisa memilih salah satu kampus di Korea yang memang menyediakan jurusan-jurusan khusus seperti ini untuk menggali ilmu dan wawasan di bidangnya.

Jadi sekarang tinggal goo readers nih. Doyan Korea dari sisi mana. Tapi sekali lagi kalau boleh menyarankan, sebaiknya duluankan misi belajar good readers dulu. Mau apapun jurusannya nanti, good readers akan bisa menikmati semua yang ada di sini. 

Ah... satu hal lagi, orang-orang Korea doyan banget kerja. Mereka bisa mendedikasikan diri mereka di Lab-lab, perpustakaan-perpustakaan, atau bahkan cafe-cafe yang tujuannya adalah untuk belajar. Ini adalah salah satu hal unik dan akan menjadi pemandangan yang berbeda nanti ketika good readers sudah sampai di Korea. 

Oya, kalau menurutmu masih ada motivasi lain, cerita dong di kotak komentar 😍


Wooriland Sauna dekat Kwangwoon University I know you're gonna love this story. It is my first experience to have some time at ...


Wooriland Sauna dekat Kwangwoon University

I know you're gonna love this story. It is my first experience to have some time at Sauna in Korea or called Jjimjilbang. Jadi, yang namanya Jjimjilbang itu adalah jenis dari sauna tradisional-nya Korea. Ini bagian dari adat dan budaya mereka. Kalau kamu sering nonton drama Korea baik yang ber-genre history atau romance, kadang-kadang sauna ini diperlihatkan. Dan kamu gak akan pernah tau gimana sensasinya berada di sauna sini kalau belum mencoba. Seenggaknya itulah yang aku pikirkan. 

Well, hampir tiga tahun sudah aku tinggal di Korea, tapi baru kali ini aku bener-bener berani untuk mencoba mengunjungi satu tempat yang memang sangat common di Korea ini. Apa yang membuatku pada akhirnya berani untuk datang ke tempat ini?? Karena aku punya temen yang demen banget nginep di Sauna. Catet Nginep di sauna. 

Bukan hal yang aneh lagi kalau kamu datang ke sauna dan kemudian kamu menyaksikan banyak orang yang sedang tiduran di sana, karena memang sauna-sauna di Korea terbuka selama 24 jam. Dan harganya murah-meriah. Jadi sangat cocok bagi kamu yang doyan jalan-jalan dengan budget super-duper miring untuk mempertimbangkan sauna sebagai tempat peristirahatan kamu. Katanya si aman. Salah satu temenku dari USA pernah cerita kalau dia datang ke Seoul dia gak pernah nginep di Hotel atau di Motel atau di gosiwon lah yang katakan kamar termurah di Korea. Tapi dia selalu datang ke Jjimjilbang untuk tidur barang sehari atau dua hari. Gileeeeeh pikirku. Karena memang murah banget kalau dibandingkan harus tinggal di hotel. Di sauna, hanya dengan budget antara 6000~10.000 won, kita bisa tinggal di sauna bermalaman. Loker disediakan. Setiap pengunjung mendapat satu loker pakaian, satu loker sepatu juga, dan ku pikir memang cukup besar lah untuk seukuran tas ransel yang berisi perangkat-perangkat seorang backpacker. Selain murah dan aman, pertimbangan lainnya adalah bersih. Jelas, ini bisa dibilang "kamar mandi" umum, jadi tempatnya sudah bisa dibayangkan bersih dan harum nya seperti apa. Kita bisa lah tidur bareng dengan para pengunjung lainnya di sana atau di beberapa sauna, mereka juga menyediakan ruang tidur yang enggak anget karena suhunya yang di atur sesuai dengan suhu ruangan normal. Tambahan informasi lainnya adalah, terkadang kamu juga dapat jatah makan seperti sarapan. Kece gak sih? haha.

Okey, sebelum aku cerita pengalamanku gimana di sauna untuk pertama kali, ini aku upload kan satu video dari youtube yang menggambarkan kurang lebih samalah dengan apa yang aku rasakan. hahaha.. sileh di liat dulu, durasinya pendek kok:




Lawak gak sih?? hahahaha
Jadi jauh-jauh hari sebelum aku pada akhirnya ke sauna, aku sempet tertarik untuk nonton ini, cuma untuk ngeliat kira-kira akan seperti apa di sana nanti. Kurang lebih si sama yak. Kita datang ke kasir dulu untuk bayar dan dapat tiket masuk ke sauna. Setelah itu, kita masuk ke loker sepatu dan mengambil satu loker yang kosong, jangan lupa dikunci dan bawa kuncinya, karena kuncinya nanti akan dikasih ke salah seorang petugas di sana untuk kemudian diganti dengan kunci loker pakaian di ruangan sauna. Note: kunci loker ruangan ini "diganti" dengan kunci loker yang sama dengan loker sepatu kita. Jadi kebayang dong, klo sepatu kita hilang, berarti salahnya ada di si penjaga kunci. Aman kan?? Oh jangan lupa, tiket! Tiket juga harus dikasi si penjaga kunci tadi. Selain itu, dia juga akan ngasih pakaian ganti kita setelah kita selesai berendam di kolam-kolam anget  panas! Dan semua pakaiannya sama, seragam dengan pengunjung lainnya #grin *anak SD kelees* muehehe..

Okay. Jadi aku berdua dengan temen se-Lab ku. Aku juga sebenarnya baru tau kalau di sekitar Kwangwoon University ada Sauna juga. Dia sering tidur di lab dan kadang tidur di Sauna juga. Kali ini aku ikut dia ke Sauna, karena pingin tau. hahaha. Sampailah di loker pakaian dimana aku harus melepas semua pakaianku dan kemudian akan jalan ke lorong yang agak jauh menuju kolam pemandian. Damn pikirku. Asli, berasa malu, aneh, dan aneh banget telanjang di depan umum. Beberapa kali aku tanya ke temen, boleh gak aku koloran aja ke sana, jawabnya santai: ENGGAK! *lontong araaablaaah* Dia santai banget ngelepas satu per satu pakainnya dan steady ready berdiri di depanku tanpa malu dan tidak juga menutupi anunya. Nengok dia without one single string di badannya aku yang jadi malu sendiri. Aku bahkan masih pake koloran aja udah malu, tapi dia nungguin aku untuk buka semua. *SIAL*. Dengan muka badak, aku jadi memberanikan diri untuk yaaaah..... you know laaaaah..... Jadi apa yang kalian saksikan di youtube itu, ya begitulah kami.. hohoho... tolong mingkem klo ketawak!

Waktunya berendam!
Tapi sebelum berendam, menuju kolam-kolam nya, kan harus jalan ke lorong dulu tuh, di sana ada beberapa orang yang sedang duduk santai sambil nonton. Aiiiissshh... aku pingin kabur rasanya cepet-cepet ke pemandian. Sampai di pemandian, ya sudah, pemandangan yang sama dengan perawakanku, kami semua satu warna. Cokelat dan Hitam-hitam! HAHAH. Aneh??? YA IYALAH ANEH! Bagi orang Indonesia mungkin aneh, tapi bagi mereka Korean kagak tuh. Sudah biasa banget sepertinya. Aku kan bukan Korean kan, jadi ngerasa jadi pusat perhatian gituw. Mereka ngeliatin guweh! Mudah-mudahan bukan karena tertarik yak *na'ujubillahimindjalik*, tapi mungkin karena pembawaanku yang malu-malu kayak lemper kali. hahah. Kami sih awalnya mandi pake shower dulu pakai air yang anget terus sabunan dan gosok-gosok badan lah untuk pemanasan, kemudian baru berendam dan mecoba satu kolam ke kolam yang lainnya. Kolam yang pertama kali ku coba adalah kolam dengan suhu 34 derajat celcius, di sini asik banget. Rasanya pingin merem, refreshing banget. Sumpeh deh. Terus temen ngajak pindah ke kolam-kolam yang lebih panas, seperti 37 derajat, 39 derajat, dan 43 derajat. Anjirrrrr! Kolam yang terakhir memang ampun Panasnya. Kurang lebih sekitar 30 menitan lah kami berendam. Terus kami memutuskan untuk sudahan, dan berpakaian lengkap menuju ruang-ruang sauna. Nah, di ruangan sauna inilah aku menyaksikan manusia-manusia berumur tergeletak dan merem santai di sana. Iya sih, setelah berendam tengah malem, memang enaknya ya langsung merem sih. hohoh. Tapi aku masih penasaran sama sauna-sauna nya. Aku coba mulai dari suhu-suhu tinggi, kemudian memutuskan untuk stay agak lama di ruangan sauna yang suhurnya paling rendah! CEMEN! hahah. Panas loh itu ruangan. Klo gak kuat bisa dehidrasi. 

Sekitar jam 2 pagi, aku memutuskan untuk pulang. kurang lebih satu jam setengah sahaja saya bertahan di sana. ketepatan kita ke lokasi sauna memang agak malem, jam 12.30an malem. Karena si kawan memang berencana tidur di sauna. Aku sih di ajak, tapi emmoh! rumah dekat ginih dari saunanya. ya mending tidur di kasur empuk hahaha. busuk ati. Begitulah pengalaman aneh di Sauna pertamaku. Norak yak? biar aja lah. haha. Beberapa dokumentasi jeleknya ada nih berikut inih:

Ruangan Sauna, beberapa orang bergelempangan di sini.

Nomer kunci loker pakaian sama dengan nomer kunci loker sepatu. Catet!

Ukuran dari loker-loker pakaian di sini. Lumayan gede' kan yak? Aman lagi.

Ruangan sauna, suhu terendahnya adalah 58 derajat celcius

Ruangan sauna. Suhu tertinggi 71 derajat celcius, berasa megap-megap masuk di sini

Di dalam ruangan sauna bersuhu 58 derajat

Di dalam ruangan sauna bersuhu 58 derajat

Salah satu penampakan penunggu ruangan sauna bersuhu 58 derajat. huhahaha

Berikut adalah pengalaman pribadi ku yang memang telah merasakan manfaat dari sebuah asuransi kesehatan di Korea. Alhamdulillah, sejau...







Berikut adalah pengalaman pribadi ku yang memang telah merasakan manfaat dari sebuah asuransi kesehatan di Korea. Alhamdulillah, sejauh ini aku merasakan diriku masih dalam keadaan sehat dan bahkan bisa dibilang jarang banget sakit. Sejak sekolah dulu, hampir bisa dibilang aku gak pernah izin sekolah karena alasan sakit. Seingat aku yaa. Jadi karena alasan itu, aku ngerasa kebutuhanku akan yang namanya asuransi kesehatan itu jadi gak begitu penting. Ya untuk apa aku bayar per bulan tapi gak pernah ku pakai karena alasan sakit dan sejenisnya. Iya dong, uang jajan jadi berkurang karena harus bayar asuransi per bulan yang memang gak murah. Belum lagi, babeh ku gak ngasih uang tambahan untuk asuransi ini, jadi mau gak mau, living cost ku bertambah. Tapi itu dulu, sebelum universitasku memaksa semua mahasiswa internasional di Kwangwoon University harus memiliki asuransi kesehatan. 

Istilah “memaksa” ini memang sangat berkerja untukku. Walau babeh tetep gak ngasih uang tambahan, tapi pada akhirnya aku jadi punya asuransi kesehatan juga. Haha. Manfaatnya banyak banget ternyata. Jadi, di Korea, ada banyak jenis asuransi kesehatan. Ketepatan, kampusku menganjurkan setiap mahasiswanya untuk punya asuransi dengan National Health Insurance Korea. Per bulan aku harus bayar sekitar 46,000 won. Cukup mahal untuk hitungan mahasiswa. Sejak punya asuransi, aku jadi rajin control kesehatanku ke rumah sakit atau klinik-klinik terdekat. Bahasa medannya jadi Mentel lah. Sakit dikit ke rumah sakit, pegel-pegel dikit karena lari tetep juga ke rumah sakit. Well, murah sih jadinya biaya berobatnya.. hehe

Manfaat yang bener-bener terasa ya di dua bulan terakhir inilah. Pertama, aku pergi ke klinik terdekat untuk cabut gigi. Aku kira awalnya mahal untuk cabut gigi, tapi ternyata health insurance meng-cover biaya perobatanku. Cabut gigi+bersihin gigi klo gak salah kena sekitar 30ribuan won, itu sudah termasuk control setelah pencabutan gigi ya. Kemudian yang baru-baru ini aku jalani adalah operasi wasir. Iya wasir.. kalau seandainya aku gak punya asuransi kesehatan, semua dana perobatan untuk wasir ini bisa mencapai sekitar sejuta seratus ribu sekian won. Dan asuransi memotong lebih dari separoh biaya operasi, control, obat, dan penginapan 3 hari di RS jadi 340ribu won. Keren gak?

Memang bener terkesan mahal untuk bayar per bulan biaya asuransi itu, tapi ketika kita membutuhkan dana perobatan, Cuma asuransilah yang siap menolong kita  untuk membayar biaya perobatan dengan sangat meriah murah. Point yang mau aku bilang ditulisan ini adalah, sekalipun kamu ngerasa gak pernah sakit, jadikan asuransi sebagai pem-back-up biaya kesehatanmu. Asuransi penting. Pada saatnya kamu akan tau kapan harus menggunakannya. Intinya jangan males aja datang ke rumah sakit. Jangan sok kuat, wong strong woman atau batman dan superman aja masih butuh rumah sakit kok. #halah. Hahaha

I just watched a movie called Agora released in 2009. It is a historical drama film directed by Alejandro Amenabar and written by ...




I just watched a movie called Agora released in 2009. It is a historical drama film directed by Alejandro Amenabar and written by Amenabar and Mateo Gil. Agora is actually a central place in an Ancient Greek city that has literal meaning as a ‘Gathering Place’. If you search by googling word Agora, you can find a description about Agora from Wikipedia which Agora was the center of athletic, artistic, spiritual, and political life of the Ancient Greek city. The movie took a place in this Agora (or mentioned as a library in the movie) and told about the Ancient Greek people that live with three different faiths: Pagan, Christian, and Jews. So basically it is about religions and science.


Let me bring you to be a bit bias of me for this. I have been in friend with a Paganist from Span since I lived in Seoul. We met once in a conference and unintended having some conversations about Paganism and Muslim. Poor me knew nothing about Paganism as a religion, and even I didn’t know Pagan in a word, but lucky me met him. So, according to what his telling me about the Paganism, many years ago, Paganist was used to be called as a witch and be killed by Christian. And for all I know, a witch is usually a woman having a supernatural power with her at first. But not until I watch the Agora movie. In Agora movie, a Paganist is a person who has faith in philosophy. Just a person who has curiosity to the philosophy power not the supernatural. A paganist in that movie is used to spend the entire of life in learning, thinking, and finding a philosophy about living and non-living things, or anything in this universe. Then makes a theory, concepts, or philosophy about it. One more thing, Pagan people are always illustrated as a wealthy group that have slaves and always wear great clothes.


A female named Hypatia played by Rachel Weisz is a mathematician, philosopher, and astronomer in late 4th-century in this movie. She investigates the flaws of the geocentric Ptolemaic system and the Heliocentric model that have always challenged herself. And she is a Paganist. She teaches and shares her knowledge to several men interested in her group discussions, but only until a riot between Paganists and Christians happened, and Agora ruins due to this. So what next? The Paganists that are used to research and study at Agora leave that place and move to new place out of city. And Hypatia keeps doing her curiosity till that day comes when she is called a ‘witch’ by a bisop and his Christian followers.


I am not sure why a Paganists is then called as a witch in the real life. But according to this movie, it is due to the curiosity of life and philosophy of live that they fight for. Then I finish with a conclusion that a Paganist is called a witch because they are quite smart in their argumentation and high philosophy stuffs.






Hari ini adalah hari terakhir untuk tahun 2015. Masih tanggal 31 Desember sih. Tapi malam tadi kami (red: Lab Mates) uda ngerayain atau p...




Hari ini adalah hari terakhir untuk tahun 2015. Masih tanggal 31 Desember sih. Tapi malam tadi kami (red: Lab Mates) uda ngerayain atau pesta Tahun Baru 2016. Mengapa? Alasannya karena sepertinya kami gak ingin merayakan tahun baru setelah 2016 masuk. Tanggal 1 Januari 2016 jatuh di hari Jumat. Dan itu pasti libur. Sabtu karena kecepit, dipastikan juga akan libur. Dan takkan ada kesempatan lain untuk pesta-pesta tahun baruan yang memang uda tradisi Lab. Well, kenapa gak besok? Justru aku sih seneng gak besok. Karena di malam tahun baruan aku bisa jalan-jalan. haha.

Tahun baru ini adalah tahun baru ke-3 untukku di Korea. Gak terasa. Aku menghabiskan waktu kurang lebih 2.5 tahun untuk sekolah S2. Untungnya sih aku kuliah gak pake uang Negara RI. Jadi, masih ada untungnya. Keuntungan lainnya adalah, aku bisa punya lebih banyak waktu untuk menghasilkan beberapa publikasi dalam waktu 6 bulan terakhir di kuliah S2 ku. Yeaah, aku rugi di sisi lain. Yaitu waktu.

Gambar beberapa IPSL member. Lainnya uda pulang duluan. Dan aku masih dekil sebelum dan setelah tiba di Korea haha


Seperti biasa setiap tahunnya, pesta kita adalah makan bersama, bahagia bersama, dan game berasama. Waktunya untuk bersama-samalah intinya. Seperti pertama waktu aku dulu di sini, aku sama sekali gak bisa berbahasa Korea, begitu juga keadaan ku sekarang. Merugi di sisi lain. Anyways,,, ketika makan, cerita-cerita hangat kebersamaan bareng senior dan professor, juga temen-temen lab lainnya memang jadi momentum yang sangat berbeda. Di dalam lab, terkadang kita terlalu suntuk dengan riset atau kerjaan lain. Nah, waktu yang beginilah yang bener-bener kita nantikan. Game-game kecilpun dimulai sambil makan. Misalnya kayak tebak-tebakkan. Yang salah menebak harus minum alcohol satu gelas tanpa berhenti. Istilahnya satu tegukkah? well, kami nyebutnya "One Shot". Oh,, aku dapat cola-cola atau soda, seperti biasa. So no problem. Tapi tetep aja kan kebayang kalo aku salah nebak dan harus minum segelas cola-cola yang bersoda dalam seteguk. Kerongkongan ampuuunnn sakitnya.... Tapi itulah rule gamenya.. kamu salah, maka dihukum. Dan Game pun dalam bahasa korea. Jelas. Dan aku masih kayak dulu, lebih banyak diam. Kali ini lumayan menarik deng, karena aku bisa mulai ngertilah apa yang mereka bahas dan game apa yang mereka sedang mainkan.

Beberapa kali aku melihat profesorku ketawak lebar. Dan itu membahagiakanku. Apa ya? ketika kita di lab, kita tu kayak hormat banget dan minim becanda. Tapi ketika di luar, profesor memang humoris, humble, dan down to earth banget. Kelakaran-kelakaran lucu sesekali dilemparkan oleh profesor atau bahkan sesekali mahasiswa "menggodai" profesor dan itu menyenangkan, karena profesor justru membalas godaan itu dengan something yang lucu lagi. Dan suasana restoran pun pecah dengan suara ketawak kita yang menggelegar.

Selesai game dan profesorpun permisi untuk pulang duluan. Dan dari cerita artike ini, cuma satu point yang mau aku ingat. Tetep baca, sedikit lagi kok sampe ke pointnya :D. Seperti biasa di tahun-tahun baru sebelumnya. Begitu beliau pulang, kita bareng-bareng ngetik SMS dan mengirimnya ke nomer HP profesor. Isinya apa? Apa aja, yang penting something sweet untuk ngucapin tahun baruan. Aku ngetik tiga kalimat. Kata-katanya sebenarnya biasa aja, tapi itu tulus. Pesan yang ku kirim adalah:
"Happy new year, Prof. Wish you all the best. And many thank you for everything, Prof."

Tahun-tahun sebelumnya SMS ku gak pernah di balas. Iya kelesss mahasiswa baru masih ijo royo-royo mau diperhitungkan. heheh *becanda*. Tapi kali ini SMS ku dibalas. What a surprised!! Isi SMS nya masih tetep memotivasi dan meng-encourage ku untuk bener-bener bahagia selama di lab. Ini aku tulis sebagai kenang-kenanganku besok. Pesannya ini:
"I hope you would achieve what you plan next year. Be brave proactively for your own works. Guide other students."

Biasa aja ya????? heheh...
Tapi sama aku ini something yang perlu diingat. Lebay kali ya... hahah
Ah mungkin karena aku cuma terlalu bahagia, SMS ku dibalas. ^..^

Kalimat pertamanya aku Aamiin kan banget. Kalimat kedua, itu sepertinya penilaian beliau tentang aku yang kurang proactive. Communication problem dan personality ku yang agak introvert nan somewhat pemalu. Kalimat ketiga, sepertinya itu adalah saran beliau. Dan aku makin bersemangat untuk tetep belajar banyak lagi dan berbagi lagi. See, how humble he is..? Beliau bahkan gak nyuruh aku macem-macem, but help other students! We Love You Prof! and Such an honor to have another chance to study and work with you again for the coming story life. Hope we could achieve what we have planned next year. Stay healthy and be more successful.

Ya Rabb,,, Lead us as always...! ^_^

Salam Hunter and Happy New Year 2016~~~
What are your resolutions? List them all up!








Hi,,,, This is a blog and story I made for me and anyone who comes over to my pages. I am an International Student in Kwangwoon ...




Hi,,,, This is a blog and story I made for me and anyone who comes over to my pages.
I am an International Student in Kwangwoon University for the Computer Engineering Department. Yeaah,, I am an Engineer but I do love in writing and filling any info about me and my life in this blog. For now on, I've decided to work on one of my categories in this blog, "Live in Korea". Im going to inform you about Korea and how to live here. 

First of all, let yourself to think why you want to live in Korera. Sure, Korea is definitely a very nice country for living, but not for working. That's my opinion though. Korea is a very beautiful country for living, travelling, or doing something like to learn or to experience how your life would be. But again, for me, Korea is not really good for working. Well, I have reasons for what I am talking about. Even though so, I have been in Korea for over two years for studying. And I could say that as a student, I'd love to stay here.

Hence, I would like to kick of several beautiful points why we should visit Korea. No matter whether you are a Korea Lover or yah just like me before that "I don't know anything about Korea".

  1. A Historical Country. You know what, Korea has tons of places and statues telling us about what country the foregone like is. Come and see this country, you will find amazing spots labelling with UNESCO name. The great thing is that all the historical objects are well-cared. Oh,, sure you will not find those are as an object put to see, but they are also provided with the information about what they are and when they are made or found, and sooo on! You must want to know that in Korea there are some amazing palaces including all the antique trinkets to visit. You can also experience to wear the king, the queen, and even the guardian of palace clothes. If you are lucky, there are such festival in Korea allowing foreigners to have experience in guardian palaces convoying. Interesting? 

  2. A Modern Country. Guess what? Although Korea is very well known with the historical stories of it, Korea is also popular as one of developed country in Asia. You definitely already knew that both Samsung and LG are the huge companies from Korea. And you must know that Hyundai is also one of the best company in producing cars in the world. This country has been concerned in developing and improving many good environments to be one of developed country with a short time. If you come to Korea, you will experience the health environments, the modern technologies, the very comfortable transportation, and everything are tried to be improved in modern way. The life style and also the way how people to live in Korea are significantly changed for several years very shortly. Everything is prepared very amazing.

  3. A High Tech Country. This thing is in line with the second point mentioned earlier. Oh goodness, I was surprised when I came and arrived in Korea for the first time. Landed at Incheon Airport as the biggest airport in Korea then saw that everything is perfectly amazed me. And then I ran into the city by car and experienced the modesty of the Korea's transportation, no traffic, it seemed no air pollution, and also very cheap. The water is very fresh and clean. Oh what I would like to say here is that everything is settled very nice with the technology environments. But come to then, I surprised that all of them are mostly created by the Korean. Amazing!

  4. The Safest Country. I don't believe either by the way about this, but it is true! Google it with this keyword, the answer is KOREA. So if you are a girl working in over midnight you don't need to worry with your safety, just walk on straightly. Because Korean people usually stay up very late. The cities are also still lighted up. That's what I did. This country specially for the Seoul city, you would be easy to walk alone and feel safe as always. In fact, if you are feeling somewhat unsafe, Taxies are very easy to stop by after you waving your hands. But you should aware to only the taxi with the red sign or red word in korean letter right on the wind-shield of the driver. Anyway, the taxi fare here is cheap also, I think so. Whenever I get lost, I use this taxi service. 

  5. Providing The Best Internet Environment Country. Do you know that Korea is the best country for Internet? I am not kidding anyway. You could google for it, otherwise you could come here, yeah in Korea and feel your web surfing or download Gigs size files to proof my word here. If you decide to come and live here for some months for studying probably, you could find this effortless network. And the awesome part is that you could get free wify with super high speed in everywhere. 

  6. Everything is about the Politeness here. If you decide to live in Korea, so the 'Age' is really really a big thing that you have to deal with. Don't ever try to mess it up. Trust me, you could face a big trouble for your politeness. #Grin. yeap... that's Korea! It's seriously like an age hierarchy. The older should be treated very very polite, so you'd better to learn how to use your languages with anyone you'd know to them. Person with the same age with you usually could be really nice somehow to talk. But if you are the younger, you should prepare yourself to learn how to respect and give your great honour to your older friends. heheh.. even when you are seating in front a table, you should really realize how to bring yourself in treating or servicing, or it could be more difficult sometime. Once you learn about the politeness of Korea, you would understand that it could be somewhat awful. Well, I mean, it is good for being polite to anyone, but the awful stuffs are that everything is like ruled here even for a word. SO, Don't try to mess it up, I really mean it. 

  7. One of Countries Providing The Best Educational Environment. For the educational things, I would say that Korea could be one of the best country for this. Because mostly universities in Korea would give us about 50% or more tuition fee waved for the international students. No matter you get the government or private universities. This is good, right? So, it's time for us to use this occasion to feed our brain. But probably you also should know that the language is the problem for some departments here. But don't worry, there are plenty places to study Korean language free. One of them is Seoul Global Centre or Puren. You could be easy to find them by using your keyboard to google it. hehe... Regarding the researching, Oh Korea is really serious in researching and education. The government allocates huge funding into these. One example is what I have now. I am a Master candidate student with computer engineering background. It's true that I have been a recipient of 50% tuition fee waved from my university. The rest 50% is supported by my current lab where I am studying. How about the living expenses? Owh, my lab is the main sponsor for my funding here. Hence, I practically don't think about how to feed myself or get monthly money. So if you know any information about opportunity to study in Korea, I suggest you to go for it. It's really worthy. If you need more for your living, you could find plenty part time jobs, but with some regulations absolutely. 

  8. Four Seasons? Ah~you can find them here. For several countries or regions of Asia, having experiences with winter and autumn are really dreamy. But, you could find it in Korea. It could be cheaper option to find these weathers than go to Europe countries. Interesting. 

  9. Culinary Tour must be one of these lists. Exactly, culinary tour! It is pretty nice to taste any kind of Korean foods. For me, the worst food is called Kimchi but if you could find the fresh kimchi, it could be different. I could really like to eat the fresh Kimchi. Another thing is if you are a "spicy food eater". Aaahh~~ Korea is somewhat bad for this. I dont say that there is no spicy food here. It does have. But what we think it's not spicy enough, for korean it could be super spicy though. hehe.. If you turn trying to cook, the spicy chilly could be one of those problems too.. Anyway, Korea has many things to eat. The tastes are amazing for me. I mean mostly they are really nice. So I recommend you to have experience in any kind of Korean foods. Highly recommend it.


  10. Country with "Thousand Festivals"
  11. Fashion and Beauty
  12. For The Music Live

What about are the things that I told you before? The negative things ones. But those are minor things that would not change a lot to the good things providing by this country. Believe me, these negative issues are very subjective opinion coming from me. I know there are thousand people out there that probably they don't even find anything bad from Korea. So, I would like to talk about it with another page.






You must not lose faith in humanity. Humanity is an ocean; If a few drops of the ocean are dirty, the ocean does not become dirty. ~M...




You must not lose faith in humanity. Humanity is an ocean; If a few drops of the ocean are dirty, the ocean does not become dirty.
~Mahatma Gandhi




Mendadak aku teringat tentang cerita perdanaku dulu tentang perjalanan risetku. Dulu sekali, hehe, sekitar setahun setengah yang lalu laah,, itu uda lama beud kah…? Anyway, aku Cuma mau melupakan aksi nekat bodoh waktu itu aja. Tapi itu jelas jadi catatan hidup yang cukup berarti juga untuk aku pribadi, untuk perjalanan riset dan proses belajar ku khususnya. Bukankah kita memang banyak belajar dari kesalahan-kesahalan kita? Aku pernah dengar pepatah bahwa “Successful will not teach us” artinya adalah kesuksesan tidak akan mengajarkan kita. Somewhat true for me. Karena seharusnya kita semakin sukses semakin banyak belajar untuk bisa memberi, berbakti, dan mengabdikan ilmu, tapi di sisi lain kesuksesan juga tidak akan mengajarkan kita bagaimana mengejar sukses itu sendiri,, logis dongss,, wong uda sukses kok ya, ngapa harus belajar mengejar kesuksesan yang sama, #eeeaakk,, kayak bener aja gue!

By the way, tulisan ini akan menjadi tulisan akhir dari pembelajaranku tentang intra coding yang pernah aku bahas sebelumnya. Ini gegara ada mahasiswi yang mengingatkanku untuk mengupdate tulisan aku yang keren nan belaguk ituw…. Iyaaa beneran, aku teringat salah satu mahasiswi di jurusan Teknik Informatika, UIN Suska Riau (ini tempat aku sekolah looh…!! #Banggaaaaa) pernah bilang begini: “Bapak aja mengalami jatuh bangun waktu belajar intra coding, apalagi aku”. Dalam hati sebenarnya aku pingin kali bilang gini: “Maksud loh…?” sambil masang wajah bertopeng agak devil yang keluar asap dari telinganya. Dia (mahasiswi tadi) sedang belajar tentang intra coding, tapi merasa kesulitan dengan bidang itu sendiri. Wajar dong aah…. Siapa juga yang gitu “kenal” dengan bidang penelitian baru langsung bisa “akrab” seakrab akku dengan kammyuu… wajar dong yaa kalau harus jatuh bangun dulu. Bayi superman aja merangkak dulu baru bisa terbang #apaSih…? #skip #skip #skip. untuk mahasiswiku yang sabar tadi… semoga lancar TA nya ya nakk…!

Yaaah…. Setelah berhasil mempresentasikan dua topik di penelitian ini, akhirnya professor ku dengan bahagia memintaku untuk mempublikasikan riset tsb ke jurnal internasional bertaraf lumayan baguslah.. Tapi ini juga setelah aku improve banyak, dan berhasil memberikan performansi yang lebih baguslaah sebesar 50% better dari penelitian sebelumnya. Seneng dong yah setelah kita kenalkan hasil penelitian kita ke supervisor, kemudian secara langsung supervisor bilang minta ditulis hasilnya dan dipublished ke jurnal SCIE. Yang pingin tauk jurnal SCIE itu apaan googling gih, aku juga baru tauk ada jurnal bejituan… #songong kali. haha

Jadi, SCIE itu adalah singkatan dari Science Citation Index Expanded, yang sebenarnya sama dengan si Science Citation Index (SCI). Beda keduanya apa jadi..? Penjelasannya bisa dilihat di link ini, atau ini aku kutip penjelasan dari Thomson Reuters customer support:
The Science Citation Index (SCI) is a sub-set of the Science Citation Index Expanded (SCIE), containing journals that rank competitively among the most highly-cited core journals in their category or categories. The Science Citation Index Expanded is essentially the web version of what used to be a database available only on CDRom/Diskette.
When selecting the journals for the Science Citation Index we choose the top journals from each subject category and supplement this with top regional journals from each category to give broad geographic and multidisciplinary coverage.
The evaluation of and acceptance of a journal for the Science Citation Index Expanded or the Science Citation Index is essentially the same with one major difference.
This difference is in the application of citation analysis to the journal. While every science journal in our database is covered in the Science Citation Index Expanded and only those journals of relatively significantly higher citation impact are selected for the Science Citation Index. In other words, Science Citation Index covers only the most highly cited, highest impact journals in each category. This is because of the constraints of the CDROM and print media there is no difference in the selection process for Science Citation Index and Science Citation Index Expanded journals.
Anybody can contact them for clarifications.
Asia Pacific Customer Support

Ya begitulah, karena penelitian ini sudah dicoba untuk dipublikasikan ke jurnal yang agak bagus, maka aku mutuskan untuk menghentikan penelitian ini untuk sementara. Gak lucu lah selama aku sekolah aku taunya Cuma tentang intra coding. Well, waktunya untuk move on! Jadi, setelah di tahap ini, aku juga pernah lihat hasil tulisan yang dulu pernah ku kirim ke konfrensi yang gak minta izin dulu ituw,, iya bener paraah abis ternyata. Dalam hati aku malu sendiri setelah tau (maksudnya bener-bener tau) kalau aku sudah mempermalukan diri sendiri, pingin teriak lagi setelah itu, dan bener-bener marah iya juga..Sorry Indonesia. Tapi, aku bersyukur bisa belajar dari itu semua. Alhamdulillah.. dan sekarang waktunya untuk bener-bener move on sejenak. Dan berharap ada kisah manis di tahapan ini.. Aamiin... :)

Sekarang aku sedang mencoba mainan baru di bagian Rate Control dan Context Adaptive Binary Arithmetic Coding. (Bingung kan? Sabar ya, aku masih menunggu wangsit untuk rajin nulis blog lagi. Wangsit biar rajin nulis di blog video coding ku yang niatnya didedikasikan untuk diriku sendiri dan orang lain yang pingin tau tentang video coding). Sempat hatiku terpaut di bidang fast encoding juga untuk Inter Prediction part, tapi kemudian seniourku menyarankan untuk focus ke rate control aja. Baiklah..! apa kata kakanda aja. So far so good, walau gak good good bangetlah, Cuma sedang menunggu hasil experimentasinya. Mudah2an bisa dikatakan layak lah ya… aamiin… Riset ini, khususnya rate control niatnya akan dibawa ke meeting standarisasi video coding ke Switzerland Oktober ini. Yeeeaayy!!! Mudah2an semua lancer aja, doain yaa,,,, aku padamu pokoknya. Untuk beberapa hari kedepan ada lah catatan-catatan kecil yang bisa di ceritakan di blog ini sebelum berangkat dan setelah kembali dari Switzerland.



Salam sukses, Beasiswa Hunter!




Source Picture: The Cast 'Ugly Alert (SBS)' Dua hari ini aku sedang semangat begadang lagi. Bahkan kemarin malam aku ...



Source Picture: The Cast 'Ugly Alert (SBS)'



Dua hari ini aku sedang semangat begadang lagi. Bahkan kemarin malam aku berhasil gak tidur dan gak ngerasa ngantuk walau harus stay di lab paginya dari jam 10 pagi sd 7 malam. Dan balik ke apartment utk dinner dan lanjut begadang sampe jam 3 pagi.

Aku begadang bukan tanpa alasan. Selalu ada alasan utk begadang sesuai pesan om H. Rhoma Irama → Jangan begadang kalau tiada artinya... =_=. Menurutku pesannya ini ms ngambang si... om Rhoma gak serius berpesannya. Begadang yang *berarti* itu begadang yg bijimana...? Kalau begadangnya untuk nonton drama korea itu berarti ndak? =_=!!. Samaku itu berarti sih. Ada kepuasan hati bisa ngabisin drama tiap episodenya. :p

Well, jadi drama yang berhasil buat aku begadang dan gak tidur ini judulnya *ugly alert* haha... banyak yg nyaranin untuk bisa bahasa korea harus nonton drama korea sering2. So far aku ngerasa ada benernya. Ngefek. Karena mostly apa yg ku drengar istilah2 komunikasi sehari-hari di lab sama dengan gaya bahasa di drama. Many cases aku bisa ngerti apa topik atau mereka sedang ngomong apa. Tapi percayalah, bahasa korea gak sesimpel itu T.T

Baiknya adalah drama korea bisa ngelatih telinga utk beradaptasi dgn gaya ngomong org korea yg biasanya cepet (maklum mereka fasih banget #apasih). Lainnya adalah kita bisa ngerti beberapa kalimat komunikasi oral. Kalau mau agak rajin dikit kayak aku, siapin note atau kertas coretcoret dan pencil juga utk nyatat kalimat atau kata2 yang menurutku menarik dan biasa dipake sama teman lab. Hal lainnya adalah nambah kosakata. Note: cuma kalimat yg pendek dan menarik menurutku. Seenggaknya itu metode belajar yg bs dipertimbangkan. Jeleknya adalah kita ngabisin banyak waktu dgn nonton atau ada bbrpa kerjaan yang bisa agak tertunda karena candu dramanya uda menusuk di sini #nunjukati

Emmm... drama korea? Aku sendiri gak inget uda berapa judul drama yang uda ku tonton. Kkkkk.. biasanya sebulan dua bulanan klo moodnya ganteng satu drama bisa selesai.
그런데, aku sangat merekomendasikan nonton drama ugly alert ini... bbrp scene berhasil buat aku mberebes milih dan ngakak. awalnya agak males sih nontonnya. Krn pas ngecek episode nya.. ada 135 episode. Ndak tau akan brp lama aku nonton drama ini. Kkkkk. Biasanya aku batasin nonton drama yg khusus drama dgn episode < 25 episode. Enjoy dramanya. #loh haha

Seremkah judul tulisan kali ini...? #maaf... By the way, kondisi hatiku saat ini sedang dingin, sedingin sambutan musim fall dan hembusan ...


Seremkah judul tulisan kali ini...? #maaf...
By the way, kondisi hatiku saat ini sedang dingin, sedingin sambutan musim fall dan hembusan angin yang menggurkan daun-daun pepohonan. #halah berpuisi pulak.

Well, sebelumnya ini adalah kali kesekian kalinya aku harus bilang ternyata nulis blog itu memang mood mood an. haha. Aku gak ingat lagi kapan aku terakhir kali update blog ini. Kalau boleh jujur, ada banyak list judul yang sudah terangkai, tapi memang belum di buat tulisannya, atau hanya sekedar sketsa dan itupun masih tertata cantik di kepala yang siap hilang kalau gak segera ditulis. So, aku minta maaf fans-fans ku tercinta...#ember mana emberrrrrrr..? #muntah. hahahaha

#pfiuuh... #menyeka jidat yang semakin hari semakin kinclong.... #botak men maksudnya.
Pagi ini, jam 3.19 pagi. Dan aku masih terjaga dengan jemari yang masih menari di atas benda-benda berkotak dan berhuruf di notebook usang ini. Lampu sudah dalam kondisi off. Tapi aku juga belum bisa memejamkan mataku yang sebenarnya mulai sayu. Bukan mata masalahnya, tapi kepala dan otak. Stress....!!

Mungkin bisa dibilang ini adalah tepat dua bulan bagiku untuk stay lagi di korea setelah pulang pasca lebaran idul fitri agustus kemarin. But you know, I feel that the time is going by very slowly,,,,slowwwwlyyy... #stress.. Yup,,, that's the reason why. I am having so many times that should be spent at the lab. Now, I am talking about my project getting bored all the time. Kind of like I am unhappy to work on it. Perhaps, since I dont like every thing named for "Project". What I want to say is, I like to do or try to finish the project, but I just dont like the deadline in order to reach the goal or target in every week. Got d*** it.!!!!!!

I am facing the time like this. I just want to run out of the lab work time. I hate it. But, I am here to study under the project money, love or not. I should not say that I dont like that state. However, I did. I wish everything is gonna be alright soon. I should finish it.

By the way, this written is nothing. Not even has any meaning for you. I just tied to fill the waste time of my night. hehe.. so sorry..

By the way again, this the time to sleep. My eyes are getting dizzy now.
see you soon next time.

Good night everyone,,wish you have your healthy and success in oyou life.



.......................

Someone who needs some time to refresh his mind.

Ismail M~




kita tidak hidup di masa lalu,  kita maju terus!!  buka pintu-pintu baru,  hal-hal baru  karena kita ingin tahu  bahwa itu akan memb...





kita tidak hidup di masa lalu, kita maju terus!! buka pintu-pintu baru, hal-hal baru karena kita ingin tahu bahwa itu akan membawa kita ke jalan baru 
Ismail M~



Haloooha... ^_^
Masih semangat kaaaannn ngejer Beasiswanya...?
Ayooook bangun lagi.. aksi lagi... Jangan sampe nyesel nanti karena kita gak pernah coba untuk terus ngejar dan dapetin beasiswa. AKu tau kok, agak banyak memang tantangannya. Tapi cintailah proses perjuangannya, karena itulah yang akan kita ingat nanti. Klo cinta sama prosesnya, seberat apapun tantangannya insyaallah adaaaa aja jalan yang ditunjukkan Allah untuk orang-orang yang mau berusaha. Believe in yourself, Believe in Allah. We never go anywhere alone. Allah will always be there.
Caaaahhh...semangat lagi semangat lagi... ^_^

Korea sekarang jam 01.06 pagi. Dan aku masih terjaga untuk ngisi curhatanku dari meja belajarku. Hokeh... aku mau ngelanjutin cerita ku tentang perjalanan risetku selama studi di Kwangwoon University.

Jadi begini, Alhamdulillah akhirnya paper itu dipublikasikan juga. Setelah aksi songong yang gak mantap waktu itu, sekarang aku bisa muter balik kepalaku untuk bisa ==> **sabarr, kesempatan untuk publikasi paper akan tiba masanya kalau udah tepat** Apa ya...? sebenarnya agak lebay klo bahas paper doang mah ya. Siapapun bisa bikin dan publikasi paper. Tapi, mungkin karena aku ngerasa terlalu seneng bisa publish paper di bidang Video Coding untuk perdana kalinya, atau mungkin karena ada rasa-rasa plooooong akhirnya bisa kasih kontribusi sedikit ke Lab, atau mungkin ngerasa legaaa krn akhirnya bisa juga buat paper sebelum genap setahun di Korea. Intinya ada kebanggaan tersendiri yang aku punya untuk bisa publish paper ini #Alhamdulillah... Apalagi mengingat aksi songong waktu itu. hehe #bikin malu aja. Maafkan aku Indonesia ^_^

Well, untuk video coding part Intra coding. ALhamdulillah ada 2 paper yang bisa ku publikasikan di satu konfrensi. Deadline submitnya hari ini (1 Mei 2014). Awalnya cuma ada 1 paper yang mau ku kirimkan. Tapi seniorku bilang klo ide papernya bisa di pecah jadi dua judul. Agak gak percaya awalnya. Yauda, ku pecahlah idenya jadi dua paper. Yang anehnya tu malah paper yang baru di pecah ini yang bisa selesai dulu dan melenggang tenang untuk kemudian tersubmit di konfrensi. Gak ada masalah sama sekali dengan tulisan dan cara ku njelasin experimenku di paper itu. Beda dengan core ide paper awal. Entah berapa kali revisi dan diskusi untuk buat paperku itu mudah dibaca dan dipahami oleh orang lain. Yang parahnya adalah, sehari seblum deadline, artinya kemarin, seniorku nyuruh aku perbaiki algoritma yang aku punya #aneh pikirku. Suka gak suka aku kerjai juga. karena memang akunya yg salah implementasiin algoritmanya. Bukan salah juga deng, tp kurang canggih aja #halah. Tapi alhamdulillah semuanya bisa ku kejar, ngulang ngoding dikit utk implementasi, training data, dan collecting result bisa, serta update konten paper semuanya lancar.

AKu pun belum tau hasil reviewnya akan seperti apa. Kedua paper itu diterima atau kagak, aku belum tau juga. 14 Mei ini pengumumannya. Kalau diterima, yeeeeeyy aku akan berangkat ke Jeju Juni ini untuk event konfrensinya. Jeju adalah salah satu pulau dikorea yang sangat cantik kata banyak orang. Entahlah, aku juga belum pernah ke sana. hehe. Tapi yang jelas, targetku tercapai untuk bisa publish paper di tahun ini #alhamdulillah. Malah diluar ekspektasi. Dua paper bisa ku submit. hehe. Artinya adalah, aku gak perlu lagi mikirin judul tesis ku nanti apaa. haha. Karena untuk bisa lulus di jurusan computer engineering of kwangwoon univ, punya publikasi minimal satu aja uda bisa lulus. Jadi gak perlu riset lagi untuk Tesis. You know what I mean kan..? Tunjukkan aja papernya dan dipublikasi dimana, jadi nanti tinggal presentasi aja di depan beberapa profesor. Eh.. tp mungkin tetep harus nulis laporan tesis deng. haha. Mudah-mudahan lancar semua ya Rabb.. #amiin...

Setelah ini target selanjutnya apa lagi ya...?

Anyway, so far so good. Walaupun harus ku akui ternyata susah euy. hahahahahah
#Alhamdulillah...


Be a hunter. Be a fighter. Be alive.
Semangat teruss


[Catatan tanggal 25 Februari 2014]  "The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strength. ~Mahatma Gan...

[Catatan tanggal 25 Februari 2014] 




"The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strength.
~Mahatma Gandhi





-_-" baru di publish dengan sedikit penambahan cerita.. Maap agaak panjang..

Benar-benar kejadian bodoh.
Jadi ceritanya malam tadi aku berhasil nyelesaian paper dan tersubmit sekitar jam 2an. Ini adalah salah satu aksi nekad yang enggak banget direkomendasikan untuk siapapun, jd jangan pernah mencontohnya!!

Aku baru aja buat kesalahan yang bikin super galau. Aku akan cerita, tapi janji jangan tiru ceritaku nanti.

Jadi gini, sekitar Bulan Desember 2013 kemarin aku nemu ide untuk penelitian ku dibidang video coding. Bidang video coding ini jujur aja baru aku kenal sejak di Korea (aku datang ke korea di awal bulan Agustus 2013) dan memang harus dipelajari mengingat core penelitian di lab kami adalah video coding. Nah, di bulan itu ketika meeting mingguan lab, profesorku tanya kira-kira aku minat part mana dari banyak part di video coding untuk riset ku. Waktu itu aku memang sangat tertarik sama salah satu part divideo coding yang disebut dengan Intra Coding. Jadi, aku bilang kalo aku sedang minat ke part tersebut dengan alasan "cuma minat". Walaupun aku tau maksud dari profesorku adalah "motivasinya apa nak..?" atau "backgroundnya apa kok bisa minat..?". He is a professor, so we should know that he will not ask for an answer such "cuma minat!". Spekulasi singkat ku mungkin beliau berpikir "Oke, fine... you are the new one. You need to study more to find your best answer". Oke sip.. skipp!!!

Di meeting selanjutnya profesor kami tanya lagi, apa yang uda ku kerjakan selama seminggu kemarin. Dengan semangat yang lirih dan kurang percaya diri aku jelaskan bahwa aku mulai melakukan bebarapa experimen terkait risetku dan belum nemu hasil. Karena memang aku ngerasa kesulitan belajar video coding ini. Waktu berlalu, daaan hampir 3 bulan pun terlampaui. Result demi result yang aku laporkan ke pembimbingku (yang ketepatan seniorku sendiri, mahasiswa Phd di Lab) di tolak semua. Aku si sadar karena memang hasilnya gak bagus dan idenya cenderung lemah. Waktu itu aku cuma pakai caraku meneliti ketika aku masih di indonesia: banyak-banyak baca paper (terutama part abstrak dan conclusion), kemudian klo minat beralih ke proposed method, setelah itu cari kemungkinan bisa ku implementasikan atau enggak dan ubah/ kembangkan sedikit ide dasarnya apa, baru tulis paper dan publish. Tapi utk lovely lab ku atau mungkin memang di korea, bahasa sekedar "implementasi" memang belum layak publish sepertinya. Karena yang dibutuhkan adalah "novelty" atau "Hal yang baru" atau "algoritma baru" atau "teori baru yang belum ada orang publish", ahhh pokoknya itulah.. "novelty". Atau aku belum sadar kalau aku adalah mahasiswa S2 yang gak boleh cuma sekedar implementasi kyk jaman S1 dulu utk bisa publish paper. Atau karena aku ada ide ngubah/ngembangin sedikit ide dasar rujukan paper yg aku pakai lantas aku bisa sok-sokan publish paper. Entahlah.....

Yang jelas, Aku salah teman!!!

Hingga akhirnya aku sampai pada titik putus asa. Mungkin memang putus asa. Nyesek bahasa gaulnya karena ditolak terus.

Kemudian di meeting selanjutnya, aku terus harus kasih laporan mingguan. Nah dilaporan kali itu aku kasih informasi result baru. Laporan result terakhir kali ini tidak di tolak mentah-mentah seperti sebelumnya. Aku diminta utk diskusi lagi dengan pembimbingku. Dan kali ini pembimbingku bilang kalo hasil experimen yang ini tidak jelek tapi belum bagus. Padahal aku ngerasa result yang aku laporkan ini udah bisa ditulis ke sebuah paper. Cumaaaa.. seniorku belum nerima hasilnya aja. Fineeeeeeee!!!.

Ditengah keputusasaan yang melimpah ruah di benakku, aku sempat bilang sama diriku sendiri kalo aku mau mundur aja sama ide penelitian ini, dan ganti dengan topik lain. Tapi kemudian aku sadar kalo yang aku kerjakan ini uda ngabiskan banyak waktu. Hampir 3 bulan sudah aku ngotot untuk tetep ngerjain riset ini. Jadi mundur dan ganti topik bukan jalan terbaik sekarang. Hemm... semangat itu kemudian datang lagi sedikit. Aku ngerasa kayak putus asa dan bosen ngerjain ini-ini aja tanpa hasil yang baik. Jadi untuk menghibur diri, aku tulis semua hal yang udah aku pelajari terkait riset ini, termasuk ide-ide ku yang lemah. Dengan harapan suatu saat tulisan ini bisa berguna untuk aku sendiri.

Bener aja... tepat ditanggal 10 Februari 2014 aku nemu hasil yang paling baik dari semua experimen yang udah pernah aku buat. Membara... Membara.. semangat itu kembali membakar semua jiwaku #alayy..

Sejak itu, aku mulai cari-cari internasional konfrensi. Waktu itu aku tertarik untuk submit paper antara ke London dan Sydney. Experimen tetep aku kerjakan, dan paperpun mulai aku persiapkan. Alhamdulillah, berkat tulisan-tulisan kecilku waktu itu, paperpun gak harus nulis dari awal lagi. Tapi London gak terkejar, karena deadline submit full papernya di tanggal 5 Feb 2014 #geblek. Oke sip, abaikan.

Tapi kemudian, seniorku yang lain (bukan senior pembimbingku) datang dan tanya ke aku terkai riset yang aku kerjakan. Masih dengan gak percaya diri aku kasih tunjuk hasil experimen yang aku punya. Trus dia tertarik untuk tau lebih dalam mengenai ideku. Hingga akhirnya dia mencurigai sesuatu dari experimenku yang dianggap gak lazim #apaansih..? hehe. Jadi cerita punya cerita, ternyata beliau pernah neliti part yang sama dengan yang sedang aku teliti. Aku shock sekitar 30 detik #tssssaah... Kok aku baru tau ya.. pikirku. Yaudah, langsung aja aku ajak diskusi dan beberapa saran pun beliau lemparkan ke aku. Dan aku berasa kyk dapat ilham untuk nulis paperku. Cuma dia bilang kyknya aku butuh background yang kuat untuk publish hasil experimen ku. Itu clue dari dia. Yo uwis, otak licik tetep aja licik ya, hahah, jadi aku pikir aku perlu buat hasil perbandingan antara penelitianku dan penelitian dia. Nemu!! dan yang aku kerjai hasilnya lebih baik dikit dari dia. Lanjuttttttt gumamku. Ini hasil harus segera dipublikasihkan ni.

Entahlah. AKu nekat aja waktu itu. Aku tulis paperku untuk ke Sydney yang memang dateline tgl 25 Feb 2014, tapi baru bisa ku selesaikan di ujung-ujung dateline. Lewat dateline malah, 2 jam. hahah.. Jadi memang gak ada waktu untuk diskusi dengan pembimbingku dan profesorku. Sama sekali. Gitu selesai paper itu, langsung aku submit. Dan waktu itu pembimbing dan profesorku gak tau kalo aku pingin publish paper. Inilah aksi nekat yang aku maksud. Submit paper tanpa diskusi ke sesepuh dan empunya Lab. Karena aku mikirnya semua komunikasi terkait paper dari panitia hanya akan melalui aku sebagai penulis pertama. Tapi oh Tapi, ternyata tidaaaaak.. Aku nulis nama pembimbing dan profesorku. Gitu paper tersubmit, konfirmasi pun ku terima melalui email. AKu cek email terkirim cuma ke aku atau tidak. Dan jawabnya TIDAK.Mampusss, pikirku. Galau. Kuatir. Takut. dan sebagainya. Aku takut prof dan pembimbingku marah. Beneran gak bisa mikir lagi setelah tau klo konfirmasi emailnya dikirim ke semua author. Entahlah waktu itu benar benar nyesek kali.

Tapi kemudian aku cerita ke salah satu teman terdekat di lab dan dia berusaha untuk menginvestigasi ttg apa yg udah aku buat. Senengnya adalah dia ngasih solusi sambil teteeeep nakut nakuti. Tercetuslah solusi untuk minta maaf dan ngasih tau via email ke pembimbing dan profesor hari itu juga.

"Teeeng"... email terkirim ke pembimbing. Dan "teeeng" terkirim juga ke profesor. Masih takut dan kuatir. tapi kemudian "Teeeengg" email baru masuk lagi. oh balasan dari pembimbingku ternyata, dan beliau bilang "Ok No problem. Thanks!", apa coba maksudnya???
"Teeeeng" email baru masuk lagi dan masih dari senior lagi. Nah beliau kali ini menyadarkanku kalo alamat email yang aku tulis di paper ku bukanlah alamat email profesorku... #Alhamdulillaaaaah sambutku gembira. Berarti profesorku belum tau sama sekali terkait paper yang terkirim. Bersyukur dan bahagia sedikit karena kesalahan bodoh ini. Telisik punya telisik ternyata alamat email yang aku lampirkan di paper adalah alamat email alumni dari lab. Mirip emailnya. Sumpah. #alay. Tapi aku biarkan, dengan tetep bersyukur aku bisa tertawa bahagia walau di sisi lain dariku sedang sangat ketakutan.


[Tambahan...]

AKu coba utk mikir tenang. Dan kemudian aku cancel utk kirim email ke prof hari itu dan menggantinya dengan ketemu langsung di meja beliau esok hari. Sadar dengan ketakutan akan kebodohan, aku berusaha utk tetep bisa bahagia dengan gak mikirin hari esok. Hari ini cukup bagiku.

Esok harinya pun tiba. Pagi2 bener aku uda di lab. Ngeprint paper yang aku submit utk bahan omongan dengan prof, kali aja beliau gak marah, pikirku. Kemudian kaki pun melangkah ke arah ruangan beliau. Dan di sana beliau sudah duduk dengan wajah menegangkan.

Nasi udah jadi bubur nak. Lanjut aja. Terima nasip mu. Semangatku dalam hati berkata.
Singkat cerita, intinya profesor marah besar karena seharusnya aku diskusi dulu dengan beliau baru publish, ini enggak. Tapi aku bohong ketika beliau tanya kenapa kok aku berani publish paper padahal belum tentu disetujui oleh beliau paper itu utk di publish. Dan ada satu kalimat yang buat aku ngerasa bersalah kali. Aku akan tetep ingat kalimat itu. Dan akan tetepku perbaiki kesalahan hari itu.

Hari itu juga, aku email panitia penyelenggara konfrensi di Sydney utk cancel paper yg sudah sampe di tangan reviewer. Alhamdulillah mereka mengerti walau aku gak bilng alasan kenpa aku cancel. Dan semuanya berakhir begitu aja, karena profku bilang "I want to just forget this problem. Keep going with your study, and dont think too much for this problem". hhhh.... nyesel se nyesel-nyeselnya..

So.. inilah cerita yg mudah2an dari kesalahanku teman2 bisa belajar sedikit. Mungkin kalau di negara kita, sebagian dosen akan seneng kalau namanya jadi salah satu author di paper kita. tp utk korea jangan. atau dimanapun termasuk di negara kita JANGAN pernah coba contoh perangai buruk aku ini. Songong. walaupun kita tau kalau kita gak akan mencelakakan author2 yg ada di paper kita. Tapi sebaiknya hindari segala kemungkinanan yg akan terjadi.

Sekian ~