Showing posts with label Tips Beasiswa. Show all posts

Barusan ada temen yang nge share berita dari KBS tentang kasus penipuan beasiswa . Aku nyebutnya "Beasiswa Pinokio". Korban...



Barusan ada temen yang ngeshare berita dari KBS tentang kasus penipuan beasiswa. Aku nyebutnya "Beasiswa Pinokio". Korbannya ya jelas dong mahasiswanya yak. Terus mahasiswanya ngaduh ke Media. Lalu terexpose kasusnya. Di kasus ini, salah satu mahasiswanya ada yang dari Indonesia. Hmm... sebenarnya kasus yang seperti ini bukan hal baru lagi. Dan aku yakin, ini gak cuma ada atau terjadi di Korea aja. Catet: gak cuma di Korea aja. Uda banyak kasus yang serupa/mirip sebelumnya, cuma gak sampe ke media begini (atau mungkin pernah sampe ke media, tapi kemudian terlupakan).

Sumber: KBS News

Curhat: Tahun 2013 aku juga salah seorang contoh mahasiswa penerima beasiswa dengan skema yg sama untuk program S2. Dinjanjikan memang akan dapat 600K won per bulan untuk biaya hidup aja (gratis uang kuliah). Waktu itu masih setara dengan 6juta rupiah. Dulu, biaya hidup di Seoul segitu cukup-cukup aja. Dan aku bisa survive hingga selesai S2, malah sekarang lanjut S3 dengan skema beasiswa yang sama. Tapi, kemudian pelan-pelan beasiswa ku ini nambah, dan sekarang bisa boyong istri. HEYYY... tapi itu sekitar 5~6 tahun yang lalu. Sekarang? Seharusnya seminim-minimnya 800K won (sekitar 9,5juta rupiah) per bulan per kepala dengan life style yang pas dan seadanya, menurutku. Jadi, kata kunci "gaya hidup" di sini penting! Apalagi mau bawa istri/keluarga dengan beasiswa segitu? Gak usah nekat!!!

Kasus beritanya gimana: Ini tulisan temanku, di wall facebook-nya. Baca screenshot-nya aja yak muehehehe.. Tapi pada intinya si mahasiswa merasa jadi korban penipuan. Karena jumlah beasiswa yang dijanjikan supervisornya waktu wawancara gak sama dengan yang dia dapat begitu dia mulai program studinya. Kasus yang seperti ini biasanya terjadi untuk kita yang ambil skema beasiswa profesor. Kita gabung di lab nya, lalu kita kerja dengan dia karena dia butuh mahasiswa untuk ngerjai projek-projenya atau untuk cari projekan baru. Ngerti dong ya skemanya kenapa kita nyebutnya beasiswa profesor dan gimana kita bisa dapat beasiswa? haha

Komentar dari tulisan temenku ini pun beragam. Kebanyakan merasa prihatin dengan kasus seperti ini. Tapi kalau aku pribadi masih mempertanyakan, kasus ini sebenarnya tahun berapa terjadinya? Kalau sekitaran tahun 2013, aku pikir 600K won per bulan untuk living cost untuk program S2 masih wajar sih. Karena di tahun itu, temen-temen seasramaku dulu 5 orang dari China nyatanya cuma dapat 550K won per bulan di awal-awal kuliah. Mereka ambil program integrasi S2-S3. Begitu mereka masuk di tahun-tahun studi S3, nambah jadi 2~3 kali lipatnya.

Mengapa bisa kejadian seperti ini?: Ini opini ya, dari awal kita memang uda harus cerdas pilih program dan skema beasiswa. Apalagi sekolah di negeri orang dengan skema beasiswa seperti ini. Beasiswa ini masih berasaskan TRUST antara kita sebagai calon mahasiswa dan calon supervisor kita! Seharusnya ada dokumennya / sertifikatnya. Cerdas dalam artian: jumlah beasiswa yang kita dapat cukup gak untuk hidup hari-hari per bulan (kebutuhan primer: kosan, makan, asuransi kesehatan), harus bayar uang kuliah lagi gak, untuk jajan sedikit bisa gak, dan masih banyak lagi pertimbangan. Kalau kebutuhan primer gak cukup, apalagi kalau jumlah itu belum termasuk uang kuliah, ewwwh...pertimbangkan untuk cepetan ninggalin kesempatannya! Karena sama aja bo'ong kalau kita kuliah pake "beasiswa", tapi masih kepikiran: "makan utk bulan depan gimana ya?" Jadi harus benar-benar dipastikan dgn si pemberi beasiswa (calon supervisor). Kalau seandainya begitu sampai di negara tujuan dan sekolah, tapi ternyata komunikasi di awal berbeda dgn kenyataan, alias supervisornya bohong, pikir lagi untuk stay atau cepet-cepet deh cari prof lain. Kecuali kita punya side opinion atau punya uang lebih hehe.

Tipsnya apa?: Di Korea, model beasiswa seperti ini masih sangat umum. "Kuliah, sambil ngulih" istilahnya. Kuliah aja uda susah, harus ngulih lagi dengan gaji yang minim? Mau? Jadi kalu mau ambil skema beasiswa yang seperti ini hati-hati ambil keputusan. Gak cuma di Korea ya, tapi bisa dimanapun, termasuk Indonesia. Mainkan kalkulatormu. Cari info biaya hidup per bulan di negara dan daerah/lokasi/kota dimana kampus berada. Lalu pertimbangkan lagi keputusan yang mau kamu ambil. Karena kalau seandainya kasus ini terjadi ke kita, yang rugikan kita sendiri. Di Korea sendiri banyak kok skema beasiswa yang layak, termasuk beasiswa "kuliah, sambil ngulih" ini, kayak aqiqa hahaha. Sebagai mahasiswa Internasional di Korea, kita akan bisa dapat potongan biaya kuliah 50%~100%, yang kemudian akan dievaluasi setiap semesternya. Dan banyak juga kok mahasiswa yang Non-Science and Non-Engineering yang kuliah dengan biaya sendiri, tapi kemudian mereka sangat bahagia di sini. Karena bisa sambil part time. Malah mungkin gaji part time nya bisa buat dia nabung dan lebih tajir dari yang dapat beasiswa. Well, itu hiperbola sih wkwk. Poinnya adalah, cerdas-cerdas cari informasi beasiswa kamu dan ambi keputusanmu ya. Kasus seperti ini mudah-mudahan jadi pembelaran kita semua.


Source image:    http://www.academiaobscura.com Akhirnya ada hasrat untuk ngisi blog ini lagi setelah sekian lama vacuum ntah kare...

Source image:  http://www.academiaobscura.com



Akhirnya ada hasrat untuk ngisi blog ini lagi setelah sekian lama vacuum ntah karena apa… kehkehkehkeh… Setelah agak merasa nyaman dengan gelar master yang Alhamdulillah akhirnya dapat juga, kali ini aku mau sharing pengalamanku ngejer kesempatan sekolah gratis lagi untuk S3. Prinsip utamaku adalah dapat sekolah gratis dimanapun negaranya. Tapi itu dulu, sebelum tahu bener kalau ternyata statement itu kurang baik sekarang. Sebelum aku tahu apa pentingnya sekolah di tempat yang terbaik di negara terbaik. Sebelum aku tahu kalau selain sekolah terbaik dan di negara yang terbaik, masih ada satu hal yang harus dipertimbangkan lagi, yaitu Lab, Profesor, dan research field kita.

Mari kita bahas satu-satu. Bagiku adalah kesempurnaan studi kayaknya ya kalau bisa dapat semua hal pertimbangan yang baru aku sebut tadi. Tapi, ada kalanya kita harus dengan terpaksa merelakan satu hal untuk satu hal lain yang lebih penting. Ini yang namanya pertimbangan. Untuk bahas ini, mungkin lebih mudah kalau kita melihatnya dari sisi kepentingan atau priority dulu, kemudian kita bahas kemungkinan adanya alternative lain. Karena ada mungkin beberapa orang yang beranggapan bahwa dirinya gak akan mampu bisa duduk di Kampus A di Negara A dengan nilai dan kemampuan dia yang dirasa gak setara dengan A – A yang tadi. Tapi sebagai scholarship hunter bukankah seharusnya kita gak boleh pantang mundur ya? Bukannya kita harus tetep memperjuangkan segala kemungkinan, sekecil apapun itu? Bukannya kita harus menempatkan bahwa kesempatan adalah jalan keberhasilan kita kelak? Pointku di sini adalah jangan meremehkan diri sendiri dengan menjustifikasi terlalu dini kalau kita gak berhak untuk Kampus A di Negara A. Ingat, ada faktor gambling dan luckiness yang juga bisa mempengaruhi keberhasilan seorang hunter. Jadi,,, perjuangkanlah terus kalau memang uda sreg sama Si A, tadi walau kita cuma punya something yang bernilai B atau bahkan Z. 

Sambil coba-coba si A, mungkin ada baiknya kita juga coba Kampus B di Negara B atau negara manapun yang mungkin bisa dan mau nerima kita secara professional dengan apa adanya (#adaGitu? :D). Ini yang namanya alternative. Oh,, mungkin di Kampus B Negara B kita uda pasti diterima, tapi kalau hati kita terlalu mendambakan Kampus A Negara A, terus gimana? Inget kalau kita adalah a hunter, jadi behave lah seperti a professional hunter… #gayaKali aku bah#. Hahaha. Intinya, coba dan tetep coba apapun kemungkinannya.

Jadi, mulailah untuk menentukan jawaban atas pertanyaan “sebenarnya kemana sih arah hidup kita?” Caranya gimana? Salah satunya bisa kita jawab dengan tiga prioritas tadi. That works for me, so I m sure it would work for you too. Otherwise, you would like to try another way which I don’t really know what is that. Kalau dulu aku pernah bilang kalau aku bakalan ok untuk belajar dari nol lagi, tapi untuk S3, NO WAY! (tuh pake capital letter segala). Research field is suggested to be the first priority, then meet the lab and expert to cover and help our research interest. Then university and country are the last option. Tapi kalau aku boleh memilih dan kalau kesempatannya ada ya, aku berharap bisa kuliah di Kampus A Negara A dengan lab, professor, dan research field yang juga A. #ya iyalaaah..# Tapi no matter mau sepertia apalah nilai-nilai dan kemampuan ku, yang penting hunting dulu dan tetep memperbaiki diri… you should have loved to be a hunter, shouldn’t you?

Salam semangat hunter~


Selanjutnya aku mau bahas prioritas lain, yaitu Lab, Professor, dan research field nya. Setelah sadar kalau Kampus A dan Negara A enggak lah cukup, tiga prioritas ini sangat ngebantu banget untuk nentuin kemana kita (kita..?) akan hanyut dan terbuai dalam lamunan sekolah #halah opo toh >..<? Well, untuk case ku, ini malah jadi prioritas utama sih sekarang. Karena aku uda tau research area ku apa, goalnya mau kemana dan jadi apa, terus kenapa aku masih perlu menjadikan kampus sebagai prioritas utama. Udah enggak lagi!!! Ketiga prioritas ini jauh lebih penting sekarang. Kampus terbaik tetep harus diidam-idamkan dan dipertimbangkanlah, tapi apalah arti kampus TOP kalau ternyata kita gak bias belajar pelajaran yang kita demenin banget. Apalah artinya harta tanpa ilmu…? #eeaak,, padahal OOT! :D. 






Dear temans,,, Hai hai... masih semangatkah.. >.< Ditulisan ini, aku mau nostalgia dikit dengan perjalanan pencarian...




Dear temans,,,

Hai hai... masih semangatkah.. >.<

Ditulisan ini, aku mau nostalgia dikit dengan perjalanan pencarian beasiswa dulu. Cuma sekedar mengingat kembali perjuangan itu. Dimana semua ambisi dan mimpi, rasa gundah dan hopeless, serta naik-turunnya semangat tercipta waktu itu. Kamar kosku adalah jadi saksi bisu yang paling pengertian prihal semua cerita perjuangan waktu itu. Laptop adalah objek bisu yang paling loyal jadi pendengar curhatan. Motor KTM layaknya kuda terjitu masa itu. dan dan dan dan... #Halah.....#$%^&.

By the way, I have some stories about my scholarship hunting and some tips for scholarships. 

That'mine, how about yours…? You should have a moment that comforts you a lot in some ways to gain your vision toward. hahaha

Selain itu, aku sendiri punya beberapa lagu yang jadi teman berharga waktu itu. Selalu ku puter waktu sedang di kamar, di jalan, pas bengong, di kantor, di kamar mandi, dsb. Tapi di tulisan ini aku Cuma mau ngelist aja beberapa lagu yang paling sering aku puter. Tujuannya si untuk menghibur diri aja kalau pas sedang galau atau seneng atau sekedar untuk ngingetkan diri sendiri untuk semangat lagi... Bahkan ada beberapa lagu yang sampe punya momen sendiri dan jadi kayak song of soul. hehe. 
Intinya tulisan kali ini cuma mau ngasih saran untuk selalu having fun anywhere. Dan bisa dijadikan cara lain untuk jaga semangat yang terkadang naikturun. Adakah beberapa lagu yang merupakan favoritemu??? ^_^


1.      OS. 3 Idiots >> Give me some sunshine
2.      Bruno Marz >> The Lazy song
3.      Greyson Chance >> Home is in your eyes
4.      Jason Mraz >> Make it mine
5.      Jason Mraz >> Love for a child
6.      Jason Mraz >> Details in the fabric
7.      Michael Bubble >> Haven’t met you
8.      Michael Bubble >> Hold on
9.      Michael Bubble >> Feeling Good
10.  Michael Bubble >> Home
11.  Michael Bubble >> You don’t know me
12.  Norah Jones >> Don’t know why
13.  Norah Jones >> Come away with me
14.  Norah Jones >> Turn on Me
15.  Norah Jones >> Lonestar
16.  Norah Jones >> I’ve got see you again
17.  Jamie Cullum, You and the night and the music
18.  Jamie Cullum >> What a different day make
19.  Jamie Cullum >> These are the days
20.  Jamie Cullum >> Singing in the rain
21.  Jamie Cullum >> Twenty something
22.  Jamie Cullum >> But for now
23.  Jamie Cullum >> Next year baby
24.  Jamie Cullum >> It’s about me
25.  Kings of Leon >> Sex on fire
26.  K'naan >> Waving Flag (FIFA World Cup)
27.  Michael Jackson >> One day in your life
28.  Michael Jackson >> I’ll be there
29.  Mika >> Relax, Take it easy
30.  Mika >> Love Today
31.  Mika >> Happy Ending
32.  Mika >> We are golden

33.  Regina Spektor >> The call
34.  Lily Allen >> Not Fair
35.  Lily Allen >> Fear
36.  Ne-Yo >> Mad
37.  Ne-Yo >> Closer
38.  The Killers >> Human
39.  The Killers >> Spaceman
40.  The Killers >> The world we live in
41.  Sam Sparrow >> Too many questions
42.  Sam Sparrow >> Waiting for time
43.  YUI >> It’s Happy line
44.  YUI >> Goodbye Day
45.  Freddy Stroma >> Possibilities
46.  Saybia >> The second you sleep
47.  Andra and the backbone >> Hitamku
48.  Andra and the backbone > Tak ada yang bisa
49.  Chrisye >> Pergilah Kasih
50.  Bondan >> Kroncong protol
51.  Bondan >> expresi
52.  Bondan >> Kau puisi
53.  Gita Gutawa >> Meraih Mimpi
54.  Gita Gutawa >> Harmoni Cinta
55.  Maliq & d'Essentials >> Beri Cinta waktu
56.  Maliq & d'Essentials >> Heaven
57.  Maliq & d'Essentials >> Dia
58.  Maliq & d'Essentials >> Mata Hati Telinga
59.  Nidji >> Pulang
60.  Vierra >> Rasa Ini
61.  Vierra >> Bersamamu
62.  RAN >> Selamat pagi
63.  RAN >> Bosan
64.  Tito >> Ku benci kau dengan cintaku

Ihik ihik ihik ihik..... ^_^ tenang-tenang,,, Insyaallah akan share tentang ini juga kok,,, These are some examples of the ...



Ihik ihik ihik ihik..... ^_^

tenang-tenang,,, Insyaallah akan share tentang ini juga kok,,,

These are some examples of the letter of acceptance. Perhaps, some of us are curious what kind of letter this one, how the letter looks like, and how to get this. I will describe it more detail. But at this time, I just provide these samples hopefully you can find away to gain your spirit more and more.

Note, the enclosed letter here are still on "condition Letter" that means I have to complete some conditions to be grant as a student in these universities.
Letter 1 from Universiti Teknologi Malaysia (UTM)
Letter 2 from RMIT University, Australia
Letter 3 from University of Wollongong, Australia

Ini cuma reminder aja untuk aku pribadi kok. Sabar yaaa.. :D


yang penting tetep semangat yaaa...
Jangan Lupa berdoa ^_^

Doakan aku juga, biar lancar studi dan semua kegiatanku selama belajar di negara orang ini. Hehe..
Tetep sehat dan sukses terussssssssssssssssssssss....


be a hunter. Be a fighter. Be alive. 
Semangat terusssss... ^^,

Talking about motivation letter. hemm.. actually I don't know exactly how to describe this part. Some people call this letter ...





Talking about motivation letter. hemm.. actually I don't know exactly how to describe this part. Some people call this letter as motivation letter, some others mention it as personal statement. Or maybe it can be different each other. I am not sure. Well, since I dont know how to describe this part, so I tried to browse some articles related to our topic here. 

Furthermore, I attached my personal statement here. You can download it for your own good.


I use this personal attachment for my application to Kwangwwon University, Seoul, South Korea for Computer Engineering. Anyway, What I have gotten from my browsing are:

  • Please refer to this blog. The author is the candidate of Erasmus Mundus Exchange to Italy. I hope, you can find something good from the author's page. The author is also put his/her motivation letter here. You can use it for example. Then elaborate yours.
  • Another page is here. In this blog, the author is even very kind to describe per content of motivation letter. Please read carefully so that you can write with a good way yours. The author is also attached an example of motivation letter here (UPDATE: the web is no longer active).
  • And the last one is here. I guess the author here try to help us how to get scholarship. He/she describes very detail. It's good for you guys..

Be a hunter. Be a fighter. Be alive.
Semangat teruss

Salam...!! Kali ini kita bahas tentang proposal inisial riset. Sebelumnya kita juga uda bahas tentang recommendation letter , semoga ...



Salam...!!
Kali ini kita bahas tentang proposal inisial riset. Sebelumnya kita juga uda bahas tentang recommendation letter, semoga bisa ngasih gambaran ya gimana cara buat recommendation letternya. Semangat terus.

Nah, kalau di artikel sebelumnya yang berjudul cara memulain mencari beasiswa aku tulis bahwa proposal riset bisa jadi salah satu syarat yang diperlukan untuk memperoleh beasiswa. Tapi kebanyakan kita memang masih bingung gimana cara buat proposalnya. Apa-apa aja isinya, ditambah lagi biasanya hanya berisi 3 atau 4 halaman saja. hehe... #sebenarnya ini pertanyaanku di awal-awal dulu. kali aja mewakili pertanyaan temans sekalian.

Isi proposal riset pada dasarnya sama atau hampir sama dengan proposal penelitian yang pernah kita buat waktu kita kuliah dulu. Sebut aja isinya terdiri dari Latar belakang, tujuan, rumusan masalah, batasan masalah, dan sebagainya. Aku gak mau muluk-muluk lah bahas yang ini ya, karena aku yakin diantara kita pasti udah pernah buat proposal penelitian. Sewaktu skripsi atau tugas akhir kuliah, atau ketika kita mulai thesis. Teknisnya sama dengan proposal itu, hanya saja yang ini kita harus buat sesingkat mungkin tapi jelas dan padat. Jadi profesor atau orang lain yang membacanya tidak perlu membutuhkan waktu yang lama hanya untuk membaca proposal kita.

Noted: tulisan yang aku buat yang berkaitan dengan berburu beasiswa ini adalah untuk kita ngejer beasiswa Graduate degree atau lebih spesifik lagi untu Master Degree (S2). Teman-teman yang sedang nyari beasiswa S1 mungkin bisa menyesuaikan aja ya atau silahkan research sendiri di google tentang syarat dan kebutuhan yang memang diperlukan.

Dan berikut ini adalah contoh proposal yang pernah aku buat:
Contoh 1
Contoh 2

Mudah-mudahan bisa membantu sedikit ya...

Menyambung tulisanku tentang cara mulai mencari beasiswa , kali ini aku mau bahas tentang surat rekomendasi/ reference letter.  Na...





Menyambung tulisanku tentang cara mulai mencari beasiswa, kali ini aku mau bahas tentang surat rekomendasi/ reference letter. Nah, surat rekomendasi ini bertujuan untuk membantu penyelenggara beasiswa dalam melihat histori kita. Yang paling penting adalah history pendidikan. Makanya mereka biasanya menjadikan surat rekomendasi ini sebagai salah satu syarat utama untuk melihat akademik kita dari orang-orang terdekat kita. Anggap dalam hal ini adalah dosen-dosen kita.

Menurutku, ada tiga referee yang penting untuk memberikan gambaran akademik kita: Supervisor terakhir kita (Dosen pembimbing skripsi/ Tugas Akhir), Ketua Jurusan, dan Dekan. Jika kita sudah memegang surat ini insyaallah sudah aman. Pun kalau memang mau ditambah juga gak masalah, misal mau dapat rekomendasi letter dari rektor, atau dari kenalan profesor di luar negeri, atau atasan dan bos-bos tempat kita kerja. Sah-sah aja klo mau nambah referee.

Nah, isinya apa di surat rekomendasi itu..? Kalau case aku, aku bagi ke tiga paragraph isinya. Paragraph pertama adalah introduction si pemberi rekomendasi, sedekat apa referee dengan kita, seberapa lama kita kenal, dan apa hubungan kita dengan referee. Paragraph kedua adalah hal-hal yang sifatnya adalah gambaran histori pendidikan kita berdasarkan pandangan referee. Paragraph ketiga adalah Harapan referee tentang kita kepada pemberi beasiswa. Bahasa canggihnya closing-lah. haha. Ndak perlu panjang-panjang. Kalau mungkin buat maksimal tiga paragraph aja dalam 1 halaman, tapi sudah menggambarkan siapa kita. Haaaaah...Kalau bisa pakai Kepala Surat intansi pemberi referee dan juga tanda tangan beliau diikuti kontak beliau. Supaya keliatan canggih dikit surat kita.

Pengalaman si, beberapa beasiswa memiliki format surat rekomendasi sendiri. Mereka menetapkan parameter yang harus dinilai oleh referee kepada pelamar beasiswa. Kalau case nya seperti ini, I'm not sure, but it seems kita mesti mengikuti format yang mereka sediakan. Tapi kalau tidak ada, maka kita bisa membuatnya dengan bebas, tapi masih formal dan rapih. Nah yg bebas ini biasanya kebanyakan referee minta kita yang nulis isi suratnya, kemudian nanti referee akan baca dan koreksi suratnya, atau malah langsung tanda tangan. heheh, case aku seperti itu. So, don't worry. Ah.. satu lagi, walaupun mungkin ada beebrpa beasiswa yang gak minta surat rekomendasi ini, aku sarankan sebaiknya dilampirka aja surat rekomendasi kita. Karena mnurt aku, surat ini seharusnya penting jadi penilaian mereka.

Oh iya, ini aku coba kasih contoh surat rekomendasi yang pernah aku buat... sebagai gambaran aja bagi kita yang masih bingung bentuk surat rekomendasi itu kayk apa..hehe. Aku sarankan, buat seobjective mungkin isinya, walaupun yang buat kita sendiri. Ini contoh aja. Silahkan sesuaikan dengan keadaan kalian masing-masing ya.. ^_^ (click image utk memperbesar). Kalo yang punya ini, isinya memang agak songong. Jadi harap maklum. udah songong dari oroknya juga. hahaha..

Baca juga tentang Contoh Proposal Inisial Riset di sini ..   >.<


be a hunter. Be a fighter. Be alive. 
Semangat terusssss... ^^,



Tulisan ini didekasikan untuk kita yang baru saja akan mulai mencari beasiswa, tapi kita bingung caranya bagaimana. Bahasa tepatnya...




Tulisan ini didekasikan untuk kita yang baru saja akan mulai mencari beasiswa, tapi kita bingung caranya bagaimana. Bahasa tepatnya, “aku harus mulai dari mana untuk nyari beasiswa..?” Jadi, apa yang ada di artikel ini adalah murni pendapat saya pribadi dan berdasarkan pengalaman yang aku punya. Teman-teman silahkan riset sendiri dan belajar dari mereka yang sudah berhasil lebih dulu, ikutin prosesnya, dan tetep beraksi.

To the point aja ya. Nah, kalau aku ditanya “mulainya harus dari mana..?” Aku sendiri juga gak tau pasti akan jawab mulai dari mana. Tapi aku pribadi berangkat dari NIAT. Lagi dan lagi, yang paling penting itu adalah NIAT. Kita memang berniat untuk sekolah dan aku berangkat dari sini. Kemudian mulai riset untuk nentuin 3 hal pertama: Negara mana yang akan menjadi tujuan kita, kampusnya apa, dan jurusannya apa. Rajin-rajin riset sendiri terkait tiga hal tsb. Untuk maintain semangat kita. Selanjutnya adalah, mulai cari tau jenis beasiswa apa yang bisa menghantarkan kita ke Negara, kampus, dan jurusan tersebut. Tapi aku pribadi menyarankan gak usah terlalu keukeh sama Negara tujuan, bebaskan diri sendiri untuk nyoba semua kesempatan beasiswa yang ada, ke Negara manapun dan kampus apapun. Kita gak pernah tau, jenis beasiswa apa yg paling baik untuk kemampuan kita. What I want to say is, we should try every possibility that we have, keep trying and apply any kind of scholarships, then let Allah to choose the best one for us. Ini saran aku.

Nah, sekarang kita pindah ke informasi tentang dokumen dan administrasi beasiswa. Yang aku tau, kebanyakan beasiswa akan diberikan kepada mereka yang dianggap “layak”. Kata layak disini adalah sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan beasiswanya. Jadi, jenis beasiswa A memiliki standard dan karakteristik yang mungkin bisa berbeda dengan jenis beasiswa B. Point penting di sini adalah tetep berusaha untuk bisa memenuhi standard dan karakteristik yang dibutuhkan oleh jenis beasiswanya. You will know more if you try many kinds of scholarship. But mostly dan biasanya, untuk master degree standard dokumen dan administrasi yg dibutuhkan:

Kemas biodata diri kita (Curriculum Vitae) serapih dan selengkap mungkin. Kita bisa generate CV kita dengan menggunakan Europass Curriculum Vitae. Tinggal input-input doang kok.
Bahasa inggris. Toefl PBT > 550, ietls > 5.5.
 IPK > 3.00. Ini bisa diliat dari transkrip nilai dan ijazah
Recommendation letter dari dosen di universitas terkahir kita, paling tidak siapkan 3 letter yg berasal dari Pembimbing skripsi, Ketuan jurusan, dan Dekan. Ini sudah cukup menurutku. Recommendation letter ini sebenarnya gak harus dari dosen si, bisa aja dari atasan atau bos di tempat kerja kita.
Siapkan passport. Ini menandakan bahwa kita sudah siap untuk berangkat. Jangan di tunda-tunda untuk bikin passport. Lagian, ini ada baiknya juga untuk maintain semangat. Ibaratnya gini, kita punya passport untuk apa kalau pada akhirnya gak bisa pergi ke LN juga *misalnya*. Nah, alasan ini bisa jadi pendorong utk bisa segera ke LN. #gak nyambung yak..?# hehe
Beberapa beasiswa membutuhkan dokumen ini, tapi ada juga yang tidak:
Proposal research. Biasanya isinya adalah initial riset kita nanti: Latar belakang, Tujuan, landasan teori, metodologi, dan referensi. Singkat aja. Paling maksimal cuma 3 atau 4 halaman. Namanya juga inisial.
Motivation letter (personal statement)
Sertifikat-sertifikat lain yang mendukung dan sesuai dengan jenis beasiswanya
Letter of Acceptance (LOA) atau offer letter. Yang menandakan bahwa kita sudah di terima di salah satu kampus. Gampang kok dapat LOA. Tinggal daftar mandiri aja ke kampusnya secara online biasanya. Nanti kampus akan mempertimbangkan aplikasi kita layak atau enggak untuk diterima di kampus mereka
Publish result skripsi ke Conference (international conference or national) atau ke Journal (international atau national). Selain untuk memperkaya CV kita, dengan mempublikasikan hasil penelitian kita (skripsi,dsb) orang lain jg bisa melihat dan menilai apa yg sudah kita lakukan. Kamu yang mengambil atau memilih untuk kuliah by research, pengalaman menulis dan publikasi riset menjadi salah satu hal yang sangat diperhitungkan. Gak usah mikir "susah" tidaknya untuk mempublikasikan riset kita. Iya susah memang. Tapi setidaknya kita bisa coba untuk kebaikan kita sendiri di bidang akademik. Klo goalnya kita adalah Journal, memang agak berat. Jadi aku sarankan, publish ke coference aja dulu. Konfrens kan biasanya kyk seminar atau workshop gitu, semakin banyak peserta seminarnya maka semakin terkesan bagus. Analoginya begitulah. #kayknya gak nymbung lagi deh -_-" 
Saran si ya, kalau bisa, jadikan semua dokumen2 penting seperti ijazah, transkrip, toefl sertifikat, passport, KTP, dsb jadi softcopy. Jadi silahkan di scan dokumen2 tsb.
Apalagi ya..? sepertinya itu aja. Nanti kalau aku ingat lagi, aku akan update tulisan ini.


Aahhh… informasi beasiswanya juga. Jadi kita harus rajin cari informasi beasiswa. Jangan nunggu. Tapi kita yang harus aktip. Nih salah satu cara dapat informasi beasiswa yg paling mudah, yaitu dengan join ke milis beasiswa@yahoogroups.com Googling aja alamat emailnya. Kemudian join dengan milisnya. Di situ ada banyak orang yang baik bagi-bagi informasi beasiswa dari Negara manapun. Jadi kita tinggal pilah-pilah aja mana yang sesuai untuk kita.

Itu aja sepertinya yang baru aku ingat. hahaha...
Baca juga Jenis-jenis funding /scholarship di sini!




Kali ini aku mau coba share beberapa schemes funding atau scholarship yang mungkin bisa dicoba. Ingat, yang paling penting ada...




Kali ini aku mau coba share beberapa schemes funding atau scholarship yang mungkin bisa dicoba. Ingat, yang paling penting adalah bagaimana cara kita memanfaatkan kesempatan ada. Ambil semua kesempatan, coba semaksimal mungkin, dan ikuti proses-proses perjuangan seterusnya. Dan pada akhirnya yang membuat kita lebih "hebat" adalah bukan karena kesempatannya, tapi karena kita terus mencoba dan berusaha di setiap kesempatan yang ada. Kurang lebih begitulah kata Mario Teguh ^^,
Semakin banyak kita mencoba seharusnya semakin dekat kita dengan keberhasilan yg kita mau. Dapat scholarship dan bisa sekolah gratis di luar negeri pulak adalah goal akhir kita, tapi ada yang lebih penting dari itu semua yaitu proses belajar. Kegagalan adalah keberhasilan yg tertunda. Itu kata orang.
Ngelantur cerita ku. Hahaha. Maap!
Ok to the point ajalah sekarang. Jadi, setelah memperhatikan keberhasilan para scholarship hunter, sebenarnya funding studi itu bisa diperoleh dengan 4 cara:
  1. Individual funding (OOT, hahah -_-")
  2. Government to Government (G to G funding)
  3. University to University (U to U funding)
  4. Professor to Student funding (P to S funding)
Skema nomer satu sepertinya sudah jelas kan ya?. Jd gak perlu di jelasin lagi. Yang penting cukup tau aja kalo itu mahal. And you don't need to be a hunter scholarship as long as you have much money. Hehehe. Banyak kok temenku yang seperti ini.. However, gak sedikit juga kok mereka yg memang tajir tapi dapat scholarship juga. Yaitu, dengan 3 funding schemes lainnya. I promise I will describe them more details. In this page also. Jadi, tunggu ya... sedang di subway soalnya. Hahahah. 

Oke kita lanjutkan isi cerita blog ini.
Jadi untuk scholarship model 3 skema lainnya adalah GtoG, UtoU, dan PtoS funding/ scholarship. Nah, kalo kita baca dari ketiga istilah ini kita pasti udah bisa ngenali fundingnya akan seperti apa. GtoG funding biasanya ada kerjasama antar pemerintah. Ini seperti program tahunan gitu sepertinya. Jadi bentuk kerjasama ini menurut pemahamanku adalah negara-negara maju memberikan scholarship untuk student-student di negara-negara berkembang untuk belajar di universitas-universitas di negara maju pemberi beasiswa itu. Macem-macem, ada yang ADS (seprtinya sekarang diganti dengan AAS. Beasiswa dari Australia), DAAD (beasiswa dari German), Fulbright (Beasiswa dari USA), KGSP (Beassiwa dari Korea Selatan), Aminef (dari USA), Stuned dari Belanda, Erasmus Mundus (beasiswa yang memberi kesempatan kita untuk studi di negara-negara eropa), Chevening (beasiswa dari inggris), Eiffel (beasiswa dari Prancis), Monbukagakusho (beasiswa dari Jepang), Endeavour Awards (Beasiswa dari Australia), yang dari Arab saudi juga ada, cuma aku lupa namanya. Nah dari link-link di atas, silahkan research sendiri requirements nya apa-apa aja, kemudian tanggal priodik kapan-kapan aja, dan sesuaikan dengan minat dan bidang kita, seterusnya adalah aksi, aksi, aksi, aksi. Anyway, kalo mau gampang si, tinggal search aja kita minat studinya ke negara mana, next tinggal cari beasiswa yang mungkin untuk bisa ke sana apa, kapan, dan bagaimana. Masih banyak lagi jenis beasiswa GtoG yang available untuk Indonesia.

NB: Aku juga gak coba semuanya kok, haha, karena dulu tu aku minatnya ke Australia, jadi cuma coba ADS dua kali dan gagal. Alasannya adalah karena ya aku belum termasuk kandidat yang qualified untuk program beasiswa itu. Akan ada kesempatan lain untukku bisa ke Australia dan belajar di sana #Amiiin....

The next one is UtoU funding!
Sceme ini biasanya adalah scheme antar universitas. Beruntung bagi kita yang memiliki universutas yang menjalin kerjasama dengan beragam universitas apalagi universitas luar negeri. Ini adalah kesempatan yang menurutku sangat menarik untuk di coba. Selain saingan yang akan dapat juga sedikit. Yang jelass hanya antar mahasiswa di kampus kita saja. Artinya peluangnya juga cukup menjanjikanlah. 

The last one is PtoS scheme. Ini scheme yang sekarang aku jalani. Profesor hire student internasional untuk belajar dan research dan ikutan projek. Dan sudah pasti kita akan disupervised oleh profesor itu sendiri dan belajar di lab beliau. Ini scheme yang menurutku bisa dipertimbangkan. Mungkin sebagian org nyebutnya adalah Master by research bagi kita yang master. Tp untuk case sistem pendidikan di korea, study by full research itu gak ada. Mau itu master ataupun phd. Jd yang ada adalah mixmode. Tapi kita punya kewajiban lain yaitu ngelab. Full time. Tergantung kebijakan lab juga ding. Hehe.
yang perlu kita ketahui adalah dengan ikut profesor di lab nya maka sudah otomatis profesor kita tu ibarat orangtua kita sendiri. Apapun masalah kita silahkan berdiskusi ddengan profesor kita. Kurang lebih gitu. 

Kebanyakan mahasiswa mikirnya memang klo bisa jangan ngambil scheme ini. Krn gak bs bener bener nikmati hidup. Hahaha. Tergantung kali ya. Tp kita akan belajar lebih banyak ttg disiplin ilmu kita. Dan lebih fokus debgan belajar dan penelitian kita..

that's all.... wish you luck anywhere.

be a hunter. Be a fighter. Be alive. 
Semangat terusssss...