Source Picture: Ramadan al-mubarak Menurut loh???? Memang espektasi loh Puasa Ramadhan itu apa? *Tiba-tiba hening. Heniiing bangeeet*. ...

Jadi Beda, Satu Bulan Puasa Ramadhan di Korea dan di Indonesia?

Source Picture: Ramadan al-mubarak


Menurut loh???? Memang espektasi loh Puasa Ramadhan itu apa? *Tiba-tiba hening. Heniiing bangeeet*.

Sekarang, coba bayangin deh, seandainya kamu belajar dan tinggal di Korea selama satu bulan penuh dan sedang berpuasa Ramadhan. Summer lagi, yang memang siangnya lebih lama dari pada malam, kurang lebih 17 jam-an lah. Selain itu, bayangin juga kondisi di mana kamu puasa sendiri diantara teman-teman Korea kamu. Kemudian salah satu temen kamu ngajak kamu farewell party karena dia baru menyelesaikan thesisnya. ketika kamu jalan keluar di sekitaran kampus, kamu melihat ada toko-toko makanan dan minuman segar di sana. Atau kamu jalan sedikit keluar dari arah gerbang kampus, terus di seberang kamu ada toko buah, dan dengan tidak sengaja mata kamu tertuju ke salah satu buah di luar toko, yaitu Semangka. Summer plus semangka jawabannya adalah sudah pasti seger banget!!!

Yeeaah,,, itu jadi pertanyaan penting yang seharusnya kamu punya sebelum bertanya, “Gimana ya rasanya puasa Ramadhan di Luar  Negeri yang siangnya lebih lama di musim panas? Tahan gak ya?” (di tambah emoji wajah memelas). Alih-alih bertanya dengan pertanyaan mainstream itu, kamu bisa tambahkan pernyataan ke diri kamu, “Ah~ sepertinya menarik!”, misalnya. Karena jawabannya memang jelas menarik berpuasa Ramadhan di negara yang siangnya lebih lama dari pada di malam hari. Bukan karena tantangan juga sih, tapi karena kamu sudah tahu bahwa puasa Ramadhan itu esensinya tidak lain adalah untuk beribadah lillahi ta’ala. Bukan sekedar menahan haus dan lapar! Jadi, berpuasa karena Allah adalah persamaan dasar kita berpuasa Ramadhan di Korea atau di belahan bumi manapun bahkan di luar bumi sekalipun dengan di Indonesia.

Kamu pasti pernahkan mengalami bener-bener merasa lapar karena kamu belum makan seharian, di luar dari kata ‘karena bepuasa’? Kemudian bandingkan dengan kamu lapar dan haus karena berniat berpuasa, atau karena ingin hemat demi sebuah smartphone baru di bulan depan sajalah misalnya, bedakah? Jawabnya beda! Apapun rintangannya selama kamu berniat untuk berpuasa, kamu pasti akan sanggup menghadapinya, walau lupa sahur sekalipun kemudian berpuasa esok harinya selama 17 Jam. Sama halnya dengan berpuasa di bulan Ramadhan. Kenikmatan dan keistimewaan Ramadhan itu akan tetap kita dapatkan dimanapun kita berada. Jadi, insyaallah no worries-lah, jika kita harus berpuasa di musim panas di negara-negara seperti Iceland sekitar 22 jam, Swedia selama 21 jam, atau Alaska sekitar 20 jam. Atau pernah dengar tidak bahwa ada dua astronot muslim yang pernah merasakan Ramadhan di luar angkasa? Muslim pertama adalah Sultan Salman Al Saud dari Arab Saudi, yang terbang dalam misi STS 51-G pada 17 Juni 1985. Dan yang terakhir adalah astronot asal Malaysia, Sheikh Muszaphar Sukhor, yang terbang dalam misi Soyuz TMA-11 pada 10 Oktober 2007. Jadi sudah jelas-kan bahwa puasa Ramadhan itu akan memiliki keistimewaan yang sama dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, dan tetap akan menjadi bulan yang suci dan penuh nikmat bagi umat islam di seluruh dunia, di manapun! Kita tidak perlulah merasa harus mendapat perlakuan special dari orang yang sedang tidak berpuasa selama kita berpuasa Ramadhan, karena Ramadhan itu memang sudah super special dari Allah SWT untuk umatnya yang beriman. #Aamiin ya rabbal ’alamin.

Lantas, apa yang menarik berpuasa Ramadhan di Korea? Untuk hal yang ini, setiap orang memiliki kesannya sendiri-sendiri, tapi berikut adalah beberapa kesan yang saya dan mungkin beberapa orang Indonesia di Korea punya selama berpuasa di Korea.
  1. Menarik melihat reaksi orang Korea ketika mereka tahu tentang Ramadhan. Belum banyak orang Korea atau masyarakat internasional yang mengetahui tentang Islam dan aktifitas umat Islam lebih dalam. Ceritakanlah bahwa seorang mulim harus melaksanakan shalat 5 kali sehari, ceritakanlah bahwa binatang babi dan minuman beralkohol tidak boleh dikonsumsi oleh umat Islam, ceritakanlah bahwa kamu harus bangun setiap pagi untuk shalat subuh, ceritakanlah bahwa dalam setahun ada satu bulan penuh dimana kamu akan berpuasa, dan bersiaplah melihat reaksi mereka ketika kamu bercerita bahwa kamu wajib tidak diperbolehkan untuk makan dan minum apapun dari sebelum matahari terbit sampai matahari terbenam. Ini akan menjadi pemandangan yang sangat menarik bagimu. Lihat sorot matanya ketika kamu bercerita tentang Islam dan aktivitas umat Islam, karena mendadak kamu menjadi sedikit istimewa setelah itu.
  2. Bagi yang suka tantangan, berpuasa selama musim panas di Korea, di mulai sekitar jam 3 subuh dan berbuka puasa pada jam 8 malam. Terkadang memang menjadi agak khawatir kalau kehidupan kamu selama di Korea seperti saya atau mahasiswa lain yang memiliki kewajiban untuk stay di Lab sampai larut malam. Tidak sedikit mahasiswa di Korea yang harus bersedia menghabiskan waktu dari jam 9 pagi sampai menjelang atau bahkan lewat tengah malam. Ini sudah menjadi pemandangan yang sangat umum di Korea. Jadi bagi mereka yang memang memiliki siklus hidup seperti ini, maka tantangan terberatnya adalah bangun untuk sahur disekitaran jam 2 atau jam 3 subuh. Ini jelas akan menjadi sedikit menantang awal hari puasa kamu.
  3. Bagi yang anti-mainstream, kamu akan merasa Ramadhan kamu sangat special karena you are the only one yang berpuasa. Berpuasa sendirian ditengah-tengah teman Korea kamu yang memang notabenenya non-muslim itu ternyata memiliki kesan yang berbeda. Ada energi yang lain yang bisa kamu rasakan ketika kamu harus berpuasa dengan mereka yang tidak. Kamu tidak akan merasa lemas sama sekali karena kamu hidup seharian layaknya kamu tidak sedang berpuasa. Tidak ada treatment khusus yang akan kamu dapat dari sekitarmu, but because you are the only one, kamu justru akan mendapat energy dari teman-teman sekitarmu. Dan ini yang bisa membuat Ramadhan di Korea lebih special dari pada di Indonesia. Suka merasa tidak sih kalau temanmu lemas karena puasa, kamu akan cenderung ikut merasa lemas juga? Hehe. Bahkan 17 jam lamanya berpuasa itu tidak berasa. Mungkin karena ada energy tambahan dari sekitar kamu. Sebab kamu tetap akan mendapat porsi bekerja yang sama dengan mereka yang tidak sedang berpuasa.
  4. Secara otomatis, kamu akan tergabung dengan clan pemburu takjil-takjil gratis di KBRI. Sudah jelaslah selama kamu tinggal di negara selain Indonesia, makanan Indonesia akan cukup jarang kamu temui. Jadi, ketika kamu mendengar istilah “Buka bareng di KBRI” atau dimanapun, ini menjadi kesempatan yang sangat menarik untuk menyantap lezat makan-makanan Indonesia lagi. Tidak jarang para mahasiswa yang datang ke KBRI juga membawa stoples atau kantong-kantong plastik untuk kemudian diisi dengan takjil-takjil atau makanan Indonesia untuk sahur esok harinya :D :D. Dari asrama hati sudah girang dulu, membawa tas berharap bisa pulang membawa takjil dan teman-temannya untuk bekal sahur esok hari. haha
  5. Kamu akan melihat dan merasakan suasana indah yang berbeda ketika berbuka puasa di Islamic Center Seoul. Pemandangan yang tidak biasa tentu. Seantero gedung dan halaman dipenuhi dengan wajah-wajah timur tengah, dan kamu berdiri sendiri dengan pemandangan itu berseri membawa wajah asia tenggara kamu. #lebay deh.. haha
  6. Ini menarik tidak ya,, kayaknya menarik bagi mereka yang sering tidur lagi setelah subuh. hehe. Karena kita itu sudah subuh jam 3 an atau setengah empat pas summer, jadi kebayangkan betapa panjangnya jam tidur kamu setalah subuh sampai jam 9 atau 10 pagi.
  7. Kamu akan semakin sadar bahwa kamu memang sangat mencintai keluarga dan orang-orang terdekatmu di Indonesia. Bahasa ringkasnya adalah kamu jadi kaaangeeen berrrraaattt dengan Ayah Ibu dan sanak saudaramu. Yang kamu bisa cuma mengais memori beberapa tahun silam sebelum kamu hijrah ke Korea, atau justru bisa jadi jauh dari keluarga, beribadah selama di bulan Ramadhan lebih khusyuk.
  8. Kamu jadi sadar, Ramadhan justru bisa hidup lebih hemat. Yang ini jelaslah yak. Kamu jadi rajin masak dan mengurangi jajan yang berlebihan.



2 comments:

  1. Menarik melihat reaksi orang Korea ketika mereka tahu tentang Ramadhan. Nah di part ini setuju banget, meskipun belum pernah tinggal di luar negeri tapi setidaknya dulu *sangatdulu* pernah cerita sama teman yang berbeda kewarganegaraan dan non-muslim plus tinggal dinegara yang mayoritas muslim.

    dan untuk point no 7, jangan kan di luar negeri, pas kkn beda kabupaten aja udah merasakan suasana puasa bareng keluarga :D.

    btw, minal aidin wal faizin ya bang (ini manggilnya abang apa bapak ya, biasanya manggil bapak xD) selamat hari raya idul fitri :D

    ReplyDelete
  2. #EdisiTelaaatbanget: Minal aidin walfaidzin juga @Idham.
    Oh masalah label ya? Haha. Terserah mau dipanggil apa. Label "bapak" memang bikin agak tua si. Label "bapak dosen" ngerasa blm pas dgn label ini cm baa lai..? Di luar profesi kyknya lebih enak disetarakan. Ah kita seumuran juga masih... #ngelunjak ����

    ReplyDelete

Thank you for visiting my page. If you want to leave your track, please being a clever tracker and do not leave this page with any violent content.

Cheers