Cover Tulisan "My Gingseng Story" "Semangat terbesar adalah semangat yang datang dari diri kita sendiri" ...

Persiapan Terbang ke Negeri Gingseng #part2

Cover Tulisan "My Gingseng Story"
"Semangat terbesar adalah semangat yang datang dari diri kita sendiri"
 ~ Ismail M ^^


Bagi yang belum baca part 1 nya, yo monggo back to part 1 dulu gan... (-,,-)". Hahaha... #maksanya. Ya biar nyambung baca cerita yang ini loh.

Oke, kita mulai cerita part 2: Persiapan Terbang ke Negeri Gingseng. Tujuan perjalan ini masih dari Malaysia ke Jakarta. Di Jakarta niatnya cuma semingguan gitu. Urusan tempat tinggal selama semingguan di Jakarta udah aku settled kan sejak mau berangkat buka bareng dengan Prof. Eko. Ketepatan di Jakarta ada teman kuliah dulu, Thio dan Cabon (Panggilan sayang kami untuk Rizki). Aku beneran ngerepotin mereka kali untuk cari kan tempat tinggal yang murah meriah. Aku si mintanya yang gratis dengan fasilitas lengkap, kan gak muluk-muluk tuh, tapi gak nemu. Ksian!! #dilempar ke laut#.

"Mendadak si gan", kata mereka. Artinya memang sulit untuk cari yang murah meriah (apalagi gratisan). Wajar. Tapi alhamdulillah nemu. Per malam 50ribu. Tajir kan gue...? Tajirlaaah.. kali dua minggu. Finally jadi tinggal di Jakarta setengah bulan, karena alasan molornya pengurusan visa dan susahnya cari tiket murah.

Jadi yang perlu dicatet adalah gak ada scholarsip yang bener-bener gratis! Kita perlu investasi istilahnya. Dan investasinya tu gak murah. Karena kita mintanya kuliah mahal, tapi gratis. Waktu, pikiran, tenaga, dan biaya adalah investasi yang  memang sangat diperlukan untuk dapat scholarship. Untuk ngejar mimpi. Tapi percayalah, kita akan dapat yang jauh jaaauh jaaaauh lebih besar dari sekedar scholarship. I am talking about the processes to get any kind of scholarships or dreams. That's why ada istilah hunter, fighter scholarship. You will not forget every single time you have spent for it. I Prrromise for that. But from the whole long ways that I have, aku cuma bisa bilang, sepertinya aku beruntung. You can do for and reach your dreams soon. Yang penting, Semangat, Sabar, Pasrah, Ikhlas dan Percaya Allah will help us. That's the Key. ^_^. #Many thanks to Thio and Cabon..

Jadi gini, kondisi aku memang gak fit malam itu. Sedang rada' flu dan batuk-batuk ala flu (#apasih?). Beruntung aku punya teman serumah, Mr. Yudha, yang memang doyan banget flu. Seingat aku, hampir tiap bulan dia tu dapat (kayak M aja pake istilah "dapat", hahah #peace). Maksudnya ya tiap bulan tu kayaknya dia selalu batuk dan flu. Jadi wajar dia ada nyetok obat-obatan beginian. Nah, kondisi aku malam itu memang agak-agak pusing dan batuk-batuk flu gitulah ceritanya. Yudha nitipin parasetamol ke aku. Cakilah nitipin. Aku memang tipikal yang males minum obat kalo sakit, apa lagi cuma flu. Tapi ya memang aku ambil, untuk jaga-jaga pikirku. Jadi gitu bus dateng dan bus jalan sekitar jam 2 an menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS) kalo gak salah namanya, aku minum satu setelah sahur dengan 2 buah Apel.. Pesen Yudha memang dititipin untuk diminum. Perjalanan ku jadi aman dan nyaman, jadi minumlah parasetamol sebelum perjalanan jauh disaat Anda flu #kokIklan...? Anyway, Paragraf ini cuma mau bilang makasih sama Yudha.. #lebay banget ya. HAHA..

Singkat Cerita, nyampelah di TBS sekitar jam 5 atau 6 pagi. Aku sempetkan sholat Subuh di Mushalah TBS, kemudian tidur lagi dan bangun sekitar jam 9 pagi. Aku coba pastikan lagi tentang penginapanku di Jakarta ke Thio. Dan yeaaah... I am ready to go to Jakarta. Berangkat dari TBS menuju airport (masih di Malaysia, lupa nama airportnya). Dengan panduan seorang Kakak Cantik nan baik hati via telepon #Kak Lili (kirim Lee Min Ho #tanda Terimakasih). Jadi dari TBS itu ada komuter line yang memang langsung ke airport. Nah, kak Lili lah yang ngasih tau via telepon, "nanti turunnya di sini. Kalo gak salah setelah stasiun itu. Pokoknya duduk manis dan tenang aja, airportnya tu stasiun terakhir %&$^^^%^#@@". Oke sip!

Berangkat jam 9 pagi dari Malaysia ke Jakarta. Lupa jadwal penerbanganku jam berapa waktu itu. Singkat cerita nyampelah di penginapan di Jakarta sekitar jam setengah enam an sore kayaknya. Karena seingat aku gitu sampe di penginapan, kita terus pergi ke luar untuk cari bukaan. Setelah berpuasa dengan 2 apel #alhamdulillah, tiba saatnya buka puasa dengan Lasssegaaarrr. hahaha... Kita mutuskan untuk sholat magrib dulu, baru cari makan. Jadi bukanya di rapel. Air dulu. Sholat Magrib. Baru Makan. #Alhamdulillah semua lancar.

Anyway, aku ke Jakarta dulu karena aku harus ngurus Visa Pelajar ke Korea. Semua dokumen udah aku siapkan. Termasuk LOA dari Kwangwoon University dan sebagainya. Syarat-syarat mengurus Visa ke Korea, cek di sini ya. Langsung ke official website embassy aja. Nah, jauh-jauh hari sebelum ke Jakarta aku udah cari informasi tentang pengurusan visa ini dari Internet. Banyak bangerrrt versinya. Dan banyak bangerrrt syarat-syaratnya. Dari sekian banyak syarat yang ada, aku tu khawatir cuma di syarat "Rekening Koran" dan tabungan minimal 20 Juta #preet. Gak tau deh itu apaan. Tapi dua hal itu sukses buat aku kuatir. Aku gak pnya tabungan sebesar itu. Bapak ku juga. hehe. Jadi yang ada di tabungan tu cuma 9 juta gitu. Itu juga di bulan kapaaan gitu. Dan klo di print lagi tu buku tabungan paling dah minus berapa jutalah.

Oke, aku lampirkan semua syaratnya. Dan aku harus bayar 500.000 Rupiah untuk visa pelajar selama 2 Tahun. Murah gan. Gak semahal yang orang-orang katakan di blog-blog mereka. Dan pegawainya gak ada ngasih semacam warning atau apalah karena aku gak pnya rekening koran dan tabungan dengan jumlah #preet itu. Alhamdulillah aman. Pegawai bilang dengan sangat ramah "tunggu 3 hari kemudian untuk ambil visanya ya mas". (Eh bener gak ya...?) Cuma yang jelas, pengurusan visa jadi molor 3 hari. Jadilah aku Membolang di Jakarta kayak anak ilang. Karena visaku belum bisa diproses katanya, ketika aku datang setelah 3 hari ngantar berkas permohonan visa. Yaitu hari Jumat. Sabtu minggu kan libur tuh, Senin-nya baru bisa balik lagi ke Korean Embassy. Semuanya aku lakuin sendiri. Pengalaman pertama tinggal di Jakarta. Naik busway juga pengalaman pertama yang ternyata sangat padat di jam-jam pulang kerja. Pokoknya aku coba semuanya sendiri. Belajar dulu sama Thio gimana naik busway via telepon. Ternyata mudah. Jakarta gak seseram yang aku bayangin. Biasa aja. Kayak Pekanbaru #uhuk. Serius. Yang penting berani. Tanya ke orang yang kita percaya kalo orang itu adalah orang baik. Tapi kayaknya gak boleh songong-songong juga. Ke monas menggilo sendiri jalan kaki dari Istiqlal. Ah, pokoknya membolang. Itu juga hadiah dari Investasi kita.

Dan the result of my Visa was Alhamdulillah Berhasilll... #Yesss dalam hati. Ngabarin bapak di kampung kalau semua proses lancar. Biar gak kepikiran. Next one is cari tiket Pesawat ke Korea. Aku beli android dulu lah di Jakarta untuk pegangan di Korea nanti pikirku, baru beli tiket pesawat #super geblek. Eh beneran, aku ganti HP dulu. Niatnya biar gampang Online di Korea nanti kalo mau cari rute-rute perjalanan. Jadilah beli HP #ssihiiyy HP baru. wkwkwk #norak!!! Kemudian beli tiket. Dan nyaris 3 kali lebih mahal dari harga Android. #nyesek. Nyesel beli HP, padahal HP udah kebeli. Yaudah terima aja nasip jadi gelandangan. Makan mulai ngirit, jalan-jalan dikurangi, blah blah blah blah....... Dan alhamdulillah lagi semuanya Aman dan lancar. Hingga akhirnya tibalah aku di Inchon International Airport Korea... hehehehe.. Alhamdulillah...

Masih lanjut kok temaaann... Tunggu ya di page selanjutnya. Persiapan Terbang ke Negeri Gingseng #part3... ^^

Thanks for reading!

Be a hunter. Be a fighter. Be alive.

Semangat.



2 comments:

  1. Semangat Belajarnya di sana om, jangan lupa yang lima waktu :)

    ReplyDelete
  2. Insyaallah. makasih om.. iya sama-sama semangat juga om Fairuz. :D

    ReplyDelete

Thank you for visiting my page. If you want to leave your track, please being a clever tracker and do not leave this page with any violent content.

Cheers